Alhambra, Sebuah Benteng Kerajaan Islam di Andalusia, Eropa. Berikut ini Faktanya!

Alhambra, Sebuah Benteng Kerajaan Islam di Andalusia, Eropa. Berikut ini Faktanya!

Oktober 30, 2022 0 By Yuliarti Selli

Spanyol, memiliki kerajaan Islam yang cukup mumpuni, tepatnya di Andalusia. Dengan minoritas muslim saat itu, bukan berarti Spanyol tidak mempunyai sejarah Islam, dan terdapat hal unik dari sini, jika dilihat dari sejarahnya. Adanya Alimbra, menjadi contoh bangunan adanya Islam.

Bangunan bersejarah yang mengindikasikan adanya Islam, ada disini. Istana Alimbra, atau yang kita kenal dengan Benteng Alimbra, memiliki bangunan yang megah, tetapi disana juga menyimpan cerita tragis mengenai berakhirnya kerajaan Islam disana.

Berikut fakta-faktanya:

1. Awalnya adalah sebuah benteng kecil di atas bukit

Alhambra, dulunya adalah sebuah benteng yang berbentuk kecil, dengan luas 14 ha, menjadi sebuah istana yang megah, di atas bukit Al-Sabika. Dari sini, pemandangan Kota Granada terlihat sangat jelas dan terhampar luas di bawahnya. Lokasinya sangat strategis untuk pengawasan.

Bangsa Romawi yang ada saat itu, memutuskan untuk membangun sebuah benteng kecil pada tahun 899 Masehi. Dua abad setelahnya, bangsa Romawi tersebut ddikalahkan dengan orang-orang Moor dari Afrika Utara. Nantinya benteng kecil tersebut akan menjadi istana megah oleh pemimpin yang tepat.

2. Nama Alhambra dari bahasa Arab

Nama Alhambra diambil dari bahasa Arab, yang mana dulunya benteng tersebut belum bernama, kemudian oleh Sultan Yusuf I diubah menjadi istana megah dan menyebutnya dengan nama Alhambra. Nama Alhambra berasal dari bahasa Arab, yaitu al-Ḥamrāʼ yang berarti “Merah”.

Dipilih nama tersebut, didasarkan pada tanah merah yang menjadi bahan utama dalam pembuatan istana tersebut. Warna dindingnya juga mengalami perubahan, dari kemerahan menjadi kecokelatan hingga saat ini.

3. Bangunan lama, tapi canggih

Meski dibangun jaman dulu, istana ini ternyata memiliki teknologi yang tidak kalah canggih dengan istana-istana sekarang, misal bangunan yang dimiliki tahan gempa, terdapat taman-taman rimbun untuk tempat segar, dilengkapi dengan air mancur dan sistem irigasi yang bagus.

Istana terlihat lebih cantik dan megah dengan taman yang ada. Ruangan-ruangan yang ada tetap sejuk walaupun musim panas sedang berlangsung. Kesultanan Granada juga mengalami pasang surut dalam hal kepemimpinan. Selama 800 tahun berjaya, kerajaan mengalami kejatuhannya pada akhir abad 14 M.

4. Konflik internal menjadi pemicu keruntuhan kesultanan

Salah satu pemicu, runtuhnya kesultanan Granada adalah adanya konflik internal antar bangsawan mengenai siapa penerus kesultanan ini. Terdapat juga serangan dari Kerajaan Kastilla yang membuat kekuatan Kesultanan semakin runtuh, walaupun akhirnya bisa direbut kerajaan tersebut (Kastilla).

Kalahnya kesultanan Granada, juga menandai berakhirnya Kerajaan Islam di Andalusia. Istana Alhambra berpindah kepemilikan dan segera dikuasai oleh Isabella I dan Ferdinand II. Umat Islam dan Yahudi dipaksa untuk memeluk agama Katholik. Jika tidak, mereka terusir dari wilayah tersebut.

5. Alhambra, dijadikan salah satu situs warisan dunia (UNESCO)

Saat ini, Alhambra dijadikan salah satu situs yang dilindungi dunia, atau menjadi warisan dunia milik UNESCO. Kamu bisa berkunjung kesana, dengan jauh-jauh hari sudah memesan tiket dan merencanakannya dengan matang. Karena tempat ini selalu ramai dan populer di Spanyol.

Anggap saja, pesan tiket 90 hari sebelumnya, dan jika tiket masuk istana bisa dipesan online, maka bisa dilakukan jauh-jauh hari. Pihak pengelola hanya memperbolehkan 300 pengunjung dalam 30 menit saja, jadi siap-siap sudah menyiapkan wawasan sendiri dan datang lebih awal!

Itulah, penjelasan mengenai Alhambra, sebuah benteng yang kemudian dijadikan sebuah istana pada saat kesultanan Granada, Semoga bermanfaat.