Kitab Kuning, Kenali Lebih Dalam

Kitab Kuning, Kenali Lebih Dalam

Agustus 24, 2023 0 By Yuliarti Selli

Kitab kuning, adalah kitab yang biasa dihadirkan dalam pembelajaran di pesantren. Hal ini, tertera dalam UU No. 18 Tahun 2019. UU menjelaskan, tentang Pesantren yang mana Kitab Kuning adalah kitab keislaman berbahasa di Pesantren.

Kitab kuning, menjadi salah satu sistem pengetahuan yang diajarkan di pesantren, dan sampai sekarang tak lekang oleh waktu. Eksistensinya sudah ada di abad ke 1-2 Hijriyah, dan tradisi literasi ini mampu bertahan dengan khazanah keilmuan.

Kaitan Kitab Kuning dengan Pendidikan Pesantren

Kitab kuning, sangat erat pendidikannya di ranah ini, karena pendidikan keislaman memang bersumber dari Al-Qur’an. Hadis, juga mempengaruhi penuh dalam menafsirkan isi Al-Qur’an yang ada. Sumber Al-Qur’an, dielaborasi lebih dalam, luas, dan spesifik, menghasilkan kitab kuning.

Kitab kuning, disebut juga sebagai hasil karya dari ijtihad para ulama di berbagai macam bidang keilmuan. Kitab kuning sendiri, memiliki banyak bidang keilmuan, diantaranya tafsir, hadis, sejarah, fikih, dan lain sebagainya.

Bidang fikih sendiri, sangat luas, diantaranya ada fikih umum, ibadah, perkawinan, perdagangan (mu’amalah), perbandingan madzhab, kontemporer, lingkungan hidup, perempuan, politik, dan lain-lain. Ada juga kitab kuning yang menggunakan model syarakh sebagai teknik penulisan.

Alat untuk Belajar Kitab Kuning

Kitab kuning sendiri, seperti bidang ilmu yang lainnya, memiliki alat untuk mendukung pembelajarannya. Kitab kuning sendiri, berisi gramatika dan sintaksis cuma bedanya dam bahasa Arab dan dikenal dengan ilmu Nahwu dan Sharaf.

Kedua ilmu tadi, belum cukup dan harus ditunjang dengan ilmu sastra Arab (balaghah) dan logika (mantiq). Ilmu logika sendiri, penting untuk memahami sebuah kalimat yang memiliki makna, dan akan diambil kesimpulan melalui teknik yang ada.

Kitab kuning, identik dengan bahasa Arab, dan ada juga yang memakai bahasa lain, seperti di pesantren “pegon”, tulisannya Arab tetapi isinya mengandung bahasa Jawa, Sunda, Melayu, hingga bahasa lokal lainnya.

Alasan Memilih atau Menggunakan Kitab Kuning

Alasan namanya Kitab Kuning, karena dari awal sudah banyak dicetak di kertas warna kuning. Untuk bentuknya khurasan. Dalam 1 khurasan biasanya terdapat 4 halaman, ukurannya selebar kertas folio. Dalam perkembangannya, penyebutan kitab kuning merujuk pada kitab kertas putih.

Kitab kuning di zaman sekarang memang sudah menggunakan teknik cetak modern, cuma pengertian dan isinya tidak hilang, sama seperti dulu. Nama kitab kuning, lebih mengacu pada covernya, walaupun sekarang bisa dicetak warna kertas lain.

Keunikan dari kitab ini, lebih ke tradisinya dapat menjamin adanya pembelajaran yang berurutan, berjenjang, dan tuntas. Kemudian, kitab kuning menjamin keilmuan Islam yang bersanad, dan sekaligus mengakomodasi berbagai macam pola pembelajaran terlembagakan.

Validitas Kitab Kuning

Mungkin dengan adanya bahasa Arab dalam kitab kuning yang tidak disebutkan sumber Al-Qur’an dan hadisnya, membuat kita ragu-ragu tentang kitab itu sendiri. Tetapi, ingat, bahwa kitab kuning banyak macamnya, seperti yang dijelaskan di atas.

Untuk kitab kuning sekarang, juga sudah membahas tentang persoalan kontemporer. Model penulisan kitab kuning, sangat beragam. Salah satu contohnya, ada yang membahas tentang fikih tapi tidak menyebutkan Al-Qur’an dan Hadisnya.

Isi dari kitab kuning ini, adalah hasil dari ijtihad ulama berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan juga sumber-sumber hukum Islam lainnya dalam kaidah Ushul Fikih. Ada juga Taqrib, yang mana menjadi salah satu kitab fikih dan isinya tidak menjelaskan dasar Al-Qur’an maupun hadis.

Jadi, tertarik tidak untuk belajar Kitab Kuning?

Terkait  Mengapa Doa Kita Tidak Dikabulkan?