Mazhab: Pengertian, Latar Belakang, Mazhab yang Eksis, Tujuan dan Pentingnya Bermazhab

Mazhab: Pengertian, Latar Belakang, Mazhab yang Eksis, Tujuan dan Pentingnya Bermazhab

November 24, 2022 0 By Yuliarti Selli

Mazhab, masih banyak yang belum mengetahui, tetapi di ulasan ini, semoga banyak yang paham mengenai mazhab secara awalan maupun lengkap jika syukur. Anggap saja, mazhab secara gampang adalah ajaran atau aliran agama Islam yang mempunyai aturan tersendiri, ajaran tersendiri.

Jadi, setiap muslim nantinya beda pemikiran maupun pemahaman juga dipengaruhi oleh mazhab dalam mengarugi permasalahan maupun memandang kehidupan. Pastinya, jangan sampai keluar dari ajaran agama secara universal, karena pada hakikatnya Al-Qur’an sunnah jadi patokan.

Pengertian Mazhab

Secara istilah, mazhab adalah pergi, dan makna lainnya bisa jalan atau cara. Jadi mazhab, dijadikan ciri khas dalam suatu umat Islam dalam berpikiran. Menurut para ulama, mazhab adalah metode atau cara yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian.

Dari situ, orang akan menjalaninya menjadikan sebagai pedoman dalam hidup, yang jelas diterangkan ada batasan-batasannya, dibangun diatas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah yang ada. Secara terminology, mazhab banyak pengertiannya dari beberapa ulama maupun ahli agama.

Munculnya Mazhab

Kita perlu tahu, munculnya mazhab darimana, dan dimulai darimana. Dengan banyaknya para sahabat nabi yang berpencar ke belahan, penjuru dunia, memungkinkan adanya tukar pikiran dan musyawarah dalam memecahkan masalah yang sulit. Dari situlah, muncul banyak pendapat.

Menurut Qasim Abdul Azis Khosim, faktor yang menyebabkan ikhtilaf (pendapat) di kalangan sahabat Nabi, ada tiga  yaitu:

  1. Perbedaan memahami nash nash Qur’an.
  2. Perbedaan dalam riwayat atau pengalaman.
  3. Perbedaan karena ra’yu.

Menurut Jalaludin, penyebab ikhtilaf adalah pada prosesdur perbedaan hukum pada masalah-masalah yang sedang dihadapi.

Mazhab-mazhab yang sudah Punah

Kita mungkin, hanya tahu sebagian atau lengkap, mazhab yang masih ada di Indonesia dan dunia, tanpa terpikirkan ada mazhab yang sudah punah. Selain ada 4 mazhab yang eksis di zaman sekarang, yang punah lebih ke mazhab yang terkenal pada masanya.

Alasan kenapa punah atau sudah tidak banyak yang menganut, karena sudah dipengaruhi oleh mazhab-mazhab lain yang datang dan membawa perhatian banyak orang, dianggap pendapat yang dibawa, ajaran yang dibawa, cocok untuk pribadi atau orang tersebut.

Mazhab-mazhab tersebut, diantaranya:

  1. Mazhab Al-Auza’iy.
  2. Mazhab Daud Al-Zhahiry.
  3. Mazhab AL-Thabary.
  4. Mazhab Al-laits.

Mazhab-mazhab yang masih Eksis

Berikut adalah mazhab yang masih eksis hingga sekarang dengan fiqihnya, diantaranya:

1. Mazhab Imam Hanafi (80-150 H/ 696-767 M)

Nama lengkap pemikir mazhab ini adalah An-Nu’man bin Tsabit bin Zutha bin Mahmuli Taymillah bin Tsalabah. Beliau lahir pada tahun 80 H, termasuk aliran atau ikut Tabi’it Tabi’in (yang mengikuti Tabi’in). Beliau orang Persia yang menetap di Kuffah, dengan ajaran fiqihnya yang menonjol, diantaranya:

  1. Sangat rasional, lebih mementingkan mementingkan maslahat, dan manfaat.
  2. Lebih mudah dalam pemahaman (mudah dipahami), daripada mazhab yang lain.
  3. Lebih liberal (sikapnya) terhadap dzimis (warga negara lain yang non-muslim).

2. Mazhab Maliki (93-173 H /711-795 M)

Nama lengkap beliau, Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amr bin Haris Al-asbahi, lahir di kota Madinah. Imam Maliki menjadi salah satu periwayat (rawi) hadits yang mahsyu. Selain ahli hadits beliau juga seorang ahli fiqih. Dipandang sebagai perawis hadits yang paling terpercaya.

3. Mazhab Syafi’i (150-204 H/767-822 M)

Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Muhammad bin Idris Abbas bin Usman bin Syafi’i bin As-sai’ib binUbaidYaziz bin Hasyim bin Murhalib bin Abdu Manaf. Belaiu adalah suku Quraisy yang lahir di Ghaza. Beliau berpikir bahwa ibadah itu harus membawa kepuasan dan ketenangan dalam hati.

4. Mazhab Hanbali (164-241 H)

Mazhab Hanbali didirikan oleh Imam Ahmad Hanbal. Beliau dilahirkan di Bagdhad, dan belajar hadits di Bagdhad, Madinah, Bashrah, Kuffah, Mekkah, dan Yaman. Beliau selalu menuliskan hadits-hadits dengan perawinya. Cara penulisan ini, harus dilakukan muridnya.

Tujuan dari Bermazhab

Bermazhab, juga sering disebut dengan bertaklid. Ahli hadist, Imam Bukhari tergolong orang yang bermazhab Syafi’i, jadi ada tingkatan mazhab, semakin tinggi kemampuan seseorang, semakin tinggi pula tingkat bermazhabnya. Sehingga semakin longgar keterikatannya, dan akhirnya berijtihad sendiri.

Secara kodrat, manusia terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu orang alim dan awam (yang kurang mengerti dan memahami suatu permasalahan kehidupan). Didalam literatur fiqih, hal ini dikenal dengan taqlid atau ittiba. Muhammad Sa’id al Buthi mengartikan bahwa taqlid adalah:

“Taqlid adalah mengikuti pendapat orang lain mengerti dalil yang digunakan atas keshahihan pendapat tersebut, walaupun mengetahui tentang keshahihan hujjah itu sendiri “.

Tidak semua taqlid itu tercela, dengan catatan yang tidak terpuji hanyalah taqlid buta, menerima suatu pendapat mentah-mentah tanpa mengerti dan berusaha untuk mengetahui dalilnya. Untuk taqlid orang alim yang belum sampai pada tingkatan mujtahid adalah hal yang terpuji bahkan dianjurkan.

Hal ini tentu lebih baik daripada memaksakan diri untuk berijtihad, padahal tidak memiliki kemampuan dalam melakukannya.

Pentingnya Bermazhab

Sesungguhnya, jika kita mengikuti mazhab yang empat (yang eksis di zaman sekarang), (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) mengandung kemaslahatan sehingga akan damai hidup ini. Umat Islam telah sepakat untuk mengacu pada ulama salaf sebagai pedoman dalam mengarungi kehidupan secara Islam.

Syariat Islam, tidak akan diketahui jika tidak berkaca atau bercermin dari generasi sebelumnya, atau yang kita kenal dengan naql (mengambil dari generasi sebelumnya) dan istinbath (mengeluarkan dari sumbernya Al-Qur’an Al hadist melalui ijtihad).

Jika pendapat para ulama salaf, telah dipercaya untuk menjadi sebuah pedoman, maka sebelumnya sudah melalui proses yang panjang. Pendapat tersebut (pedoman) telah dituliskan dalam kitab-kitab yang masyhur dan telah diolah dengan menjelaskan pendapat yang unggul dari pendapat lain.

Itulah, sepenggalan akan mazhab itu seperti apa dan seluk beluknya seperti apa. Semoga ilmunya bermanfaat.