Perbedaan Zakat Infak Shadaqah dan Waqaf

Perbedaan Zakat Infak Shadaqah dan Waqaf

Desember 28, 2023 0 By cahaya

Zakat, infaq, shadaqah, dan waqaf adalah konsep-konsep penting dalam Islam yang berkaitan dengan memberikan sumbangan atau bantuan kepada individu atau kegiatan amal. Meskipun tujuan umumnya adalah untuk membantu sesama, ada perbedaan penting antara masing-masing konsep ini:

Zakat

Zakat adalah kewajiban sosial dan keagamaan dalam Islam. Dasar hukum zakat terdapat dalam Al-Qur’an, di mana zakat disebutkan secara langsung. Salah satu contohnya adalah dalam Surah Al-Baqarah (2:177): “Bukanlah taqwa itu menghadapkan dirimu kepada arah mata angin timur dan barat, tetapi taqwa itu adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang sedang dalam perjalanan, orang-orang yang meminta-minta, dan untuk (memerdekakan) hamba sahaya…”

Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Seseorang yang memiliki harta tidak membayar zakatnya, pada hari kiamat harta tersebut akan diubah menjadi ular berbisa yang akan menggigitnya.'”

Hadits riwayat Abu Daud dari Abdullah bin Umar: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Islam dibangun di atas lima hal: kesaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.'”

Ini adalah sumbangan yang wajib diberikan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat tertentu, seperti memiliki kekayaan di atas nisab (ambang batas tertentu) dan memenuhi syarat-syarat lainnya. Zakat biasanya diberikan pada harta tertentu, seperti emas, perak, uang tunai, perdagangan, pertanian, dan lain sebagainya. Jumlah yang harus dikeluarkan untuk zakat adalah sebesar 2,5% dari kekayaan yang telah mencapai nisab selama satu tahun.

Infaq

Infaq adalah sumbangan sukarela yang diberikan oleh individu kepada mereka yang membutuhkan atau untuk tujuan kebaikan umum. Infaq tidak memiliki persyaratan tertentu dalam jumlah atau waktu. Ini bisa diberikan dalam bentuk uang tunai, barang-barang, atau bantuan lainnya kepada yang membutuhkan.

Terkait  Mazhab: Pengertian, Latar Belakang, Mazhab yang Eksis, Tujuan dan Pentingnya Bermazhab

Hadits riwayat Bukhari dari Abu Hurairah: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Setiap hari dua malaikat turun dari langit dan salah satunya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan,’ dan malaikat yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kerusakan kepada orang yang menahan.'”

Konsep infaq juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, meskipun kata “infaq” mungkin tidak selalu digunakan secara spesifik. Terdapat banyak ayat yang mendorong untuk memberikan secara sukarela untuk kepentingan umum dan membantu sesama. Salah satu ayatnya adalah Surah Al-Baqarah (2:261): “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Infaq juga dianggap lebih spesifik dalam arti bahwa dana yang dikeluarkan merupakan bagian dari harta pribadi yang telah ditentukan penggunaannya untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti membantu fakir miskin atau mendukung pendidikan.

Shadaqah

Shadaqah juga merupakan sumbangan sukarela dalam Islam, tetapi lebih bersifat umum. Ini bisa berupa amal kecil atau besar, diberikan kepada siapa pun, tidak terbatas pada orang-orang yang membutuhkan saja. Shadaqah tidak memiliki batasan jumlah atau waktu tertentu, dan bisa diberikan kapan pun dan sebanyak yang diinginkan oleh individu.

Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Seseorang berkata, ‘Ya Rasulullah, uang yang saya sedekahkan semalam tidak pernah ada sebelumnya dan tidak akan ada lagi.’ Rasulullah SAW berkata, ‘Tidak ada apa pun yang menyusul sedekah itu.'”

Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap pagi. Maka menyatakan tasbih adalah sedekah, mendeklarasikan takbir adalah sedekah, mendeklarasikan tahmid adalah sedekah, menyatakan tahlil adalah sedekah, dan menyuruh untuk kebaikan adalah sedekah. Dan menolak dari jalan yang buruk adalah sedekah.'”

Terkait  Cara Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar

Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Setiap Muslim wajib bersedekah.’ Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana jika seseorang tidak punya apa-apa yang bisa disedekahkan?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Dia harus bekerja dengan tangannya untuk mendapatkan kebutuhan sendiri dan bersedekah.'”

Konsep shadaqah juga ditemukan dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat Al-Qur’an mendorong umat Islam untuk memberikan shadaqah sebagai tindakan kebajikan dan ibadah yang diperintahkan oleh Allah. Contohnya terdapat dalam Surah Al-Baqarah (2:271): “Jika kamu memberikan sedekah secara terang-terangan, maka itulah yang baik. Dan jika kamu menyembunyikan nya serta kamu berikan kepada orang-orang miskin, maka itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah akan menghapus sebagian dari kesalahanmu…”

Waqaf

Konsep waqaf tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an, tetapi didasarkan pada ajaran dan contoh yang diambil dari praktik Nabi Muhammad SAW. Hadis dan praktik Nabi menyebutkan tentang pentingnya menyisihkan sebagian harta untuk kepentingan umum. Waqaf adalah wujud pengorbanan harta untuk kebaikan umat secara berkelanjutan.

Hadits riwayat Abu Daud dari Umar bin Khattab: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya perbuatan baik yang masih terus memberikan manfaat kepada orang lain setelah kematian seseorang adalah ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah (wakaf), atau anak yang shalih yang mendoakan orang tuanya.'”

“Kitab al-Waqf wa al-Istibdal” merupakan salah satu karya penting dalam literatur Islam yang membahas tentang waqaf (atau wakaf) dan istibdal. Kitab ini ditulis oleh seorang ulama besar bernama Ibnu Qudamah Al-Maqdisi, seorang ahli fiqh yang hidup pada abad ke-12 Masehi.

Dalam konteks pemahaman Islam, waqaf adalah perbuatan menyisihkan sebagian harta atau properti untuk tujuan amal atau kebaikan umum secara berkelanjutan. Waqaf dapat berupa tanah, bangunan, atau aset lainnya yang diwakafkan untuk kepentingan umat. Sementara itu, istibdal merujuk pada proses penggantian atau pengalihan aset yang telah diwakafkan untuk tujuan tertentu.

Terkait  Nabi yang tidak Disebutkan dan yang Disebutkan dalam Al-Qur’an. Siapa Saja?

Waqaf adalah tindakan menyumbangkan properti atau aset untuk tujuan amal atau kebaikan umum dalam Islam. Properti yang diwakafkan tidak bisa dijual, diwariskan, atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Hasil dari properti tersebut digunakan untuk kepentingan umum, seperti pendidikan, kesehatan, atau amal lainnya. Waqaf juga bisa berupa tanah, bangunan, atau aset lainnya yang digunakan untuk kepentingan publik.

Dalam praktiknya, zakat, infaq, shadaqah, dan waqaf merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan dan pemberian kepada sesama sebagai bagian dari praktik keagamaan dalam Islam. Meskipun memiliki perbedaan dalam hal sifat, syarat, dan tujuan, semua konsep ini memiliki peran penting dalam membantu individu dan memperbaiki kondisi masyarakat secara keseluruhan.