Contoh Mad Thabi’i dan Mad Jaiz Munfasil dalam Al-Qur’an

Contoh Mad Thabi’i dan Mad Jaiz Munfasil dalam Al-Qur’an

November 6, 2023 0 By Yuliarti Selli

Dalam ilmu tajwid, terdapat hukum bacaan yang bernama Mad Thabi’i. Tanda baca Mad, mengatur panjang dan pendeknya bunyi huruf. Secara bahasa, Mad adalah memanjangkan dan menambahkan. Hukum bacaan Mad, terdiri dari dua jenis, yaitu Mad Thabi’i (Mad Asli) dan Mad Far’i.

Terdapat tiga huruf, dalam bacaan Mad, yaitu alif (ا), wau (و) , dan ya’ ( ي). Mad Thabi’i akan bekerja jika, 3 huruf itu, bertemu dengan huruf lain di dalam bacaan Al-Qur’an. Bacaan Mad Thabi’i, wajib dibaca dengan panjang 2 harakat atau 2 ketukan.

Contoh Mad Thabi’i dalam Al-Qur’an

Contoh Mad Thabi’i, bisa kita lihat dalam bacaan surat dalam Al-Qur’an, diantaranya:

1. Surat An-Nas ayat 5

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ

Bahasa Latin: Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i)

Artinya: “yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia”.

Mad Thabi’i dalam bacaan tersebut, adalah ( صُدُوْرِ) ketika harakat dhommah, bertemu huruf wau (و).

2. Surat As Syu’ara’ ayat 3

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ اَلَّا يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ

Bahasa Latin: La‘allaka bākhi‘un nafsaka allā yakūnū mu’minīn(a).

Artinya: “Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman.”.

Mad Thabi’i dalam bacaan tersebut, adalah (بَاخِعٌ) ketika harakat fathah, bertemu huruf alif (ا).

3. Surat Al-Ahzab ayat 8

لِّيَسْـَٔلَ الصّٰدِقِيْنَ عَنْ صِدْقِهِمْ ۚوَاَعَدَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا اَلِيْمًا

Bahasa Latin: Liyas’alaṣ-ṣādiqīna ‘an ṣidqihim, wa a‘adda lil-kāfirīna ‘ażāban alīmā(n)

Artinya: “agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka. Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir”.

Mad Thabi’i dalam bacaan tersebut, adalah (الصّٰدِقِيْنَ) ketika harakat kasrah, bertemu huruf ya’ ( ي).

4. Surat Al Baqarah ayat 3

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ

Terkait  Sistem Kalender Lunar Selain Hijriah

Bahasa Latin: Al-lażīna yu’minūna bil-gaibi wa yuqīmūnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn(a).

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka”.

Mad Thabi’i dalam bacaan tersebut, adalah (يُؤْمِنُوْنَ) ketika harakat dhommah, bertemu huruf wau (و).

Mad Jaiz Munfasil

Selain Mad Thabi’i, juga ada bacaan Mad lainnya, yaitu Mad Jaiz Munfashil. Mad Jaiz Munfashil, adalah Mad Thabi’i bertemu dengan huruf hamzah dalam kata yang terpisah atau berbeda. Hukum bacaan Mad Jaiz Munfashil, yaitu boleh dibaca 2, 4, atau 5 harakat.

Contoh bacaan dari Mad Jaiz Munfashil, diantaranya:

1. QS Al-Kautsar ayat 1

إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ

Bahasa Latin: innā a’ṭainākal-kauṡar

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak”.

Mad Jaiz Munfashil, dalam ayat ini adalah (إِنَّآ أَعْ) ketika salah satu Mad Thabi’i (نَّآ), bertemu dengan huruf hamzah (أَ) dalam kalimat atau kata yang berbeda. Kata (إِنَّا) bermakna “Sesungguhnya, kami” dan kata (أَعْطَيْنٰكَ) bermakna “telah memberimu (Muhammad)”.

2. QS Al-Mursalat ayat 30

اِنْطَلِقُوْٓا اِلٰى ظِلٍّ ذِيْ ثَلٰثِ شُعَبٍ

Bahasa Latin: Inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu‘ab(in).

Artinya: “Pergilah menuju naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang”.

Mad Jaiz Munfashil, dalam ayat ini adalah (اِنْطَلِقُوْٓا اِلٰى) ketika salah satu Mad Thabi’i (قُوْٓا) bertemu dengan huruf hamzah (اِلٰى) dalam satu kalimat atau kata yang berbeda. Kata (اِنْطَلِقُوْٓا) bermakna “Pergilah kamu” dan kata (اِلٰى) bermakna “menuju naungan (asap api neraka)”.

Jadi, apakah sudah paham mengenai Mad Jaiz Munfashil dan Mad Thabi’i. Semoga bermanfaat! dan jangan sampai salah!