Keutamaan Hari Tasyrik
Mei 25, 2026Hari Tasyrik adalah sebuah periode istimewa yang sering kali luput dari perhatian banyak muslim, padahal ia menyimpan keutamaan dan keberkahan yang luar biasa. Tiga hari setelah Idul Adha ini, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, bukanlah sekadar ‘sisa’ perayaan, melainkan kelanjutan dari momentum ketaatan dan syukur yang tak kalah penting. Melalui artikel ini, mari kita selami lebih dalam makna, amalan, larangan, serta hikmah di balik Hari Tasyrik, agar kita tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk meraih limpahan pahala dari Allah SWT.
Mengenal Hari Tasyrik: Waktu Berkah Setelah Idul Adha
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Penamaan ‘Tasyrik’ berasal dari kata syarraqa yang berarti menjemur atau mengeringkan sesuatu di bawah sinar matahari. Hal ini merujuk pada kebiasaan umat Islam di masa lalu yang menjemur daging-daging kurban agar awet setelah disembelih.
Pada tahun 2026, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 28, 29, dan 30 Mei 2026 atau bertepatan dengan 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pada hari-hari tersebut umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan takbir, sementara berpuasa dilarang menurut syariat Islam.
Periode ini merupakan bagian integral dari serangkaian hari-hari istimewa menjelang Idul Adha dan setelahnya, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika Idul Adha adalah puncak ibadah kurban, maka Hari Tasyrik adalah momentum untuk menikmati hasil kurban tersebut sembari tetap menjaga ketaatan.
Amalan Penuh Pahala di Hari Tasyrik
Meskipun bukan hari raya utama, Hari Tasyrik adalah hari-hari yang mulia dengan amalan-amalan khusus yang dianjurkan:
1. Menyembelih Hewan Kurban (bagi yang belum)
Bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki dan belum sempat menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha), batas waktu penyembelihan masih dapat dilakukan hingga terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. Ini adalah kesempatan terakhir untuk menunaikan ibadah kurban.
2. Memperbanyak Zikir dan Takbir
Hari Tasyrik adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah. Umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak takbir, baik takbir muqayyad (setelah salat fardhu) maupun takbir mutlaq (kapan saja dan di mana saja). Lafaz takbir yang sering dilantunkan adalah:
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.
3. Menikmati Hidangan Kurban dan Bersyukur
Salah satu inti dari Hari Tasyrik adalah merayakan nikmat Allah dengan menikmati hidangan dari daging kurban. Rasulullah SAW bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim). Ini adalah bentuk rasa syukur atas rezeki dan kesempatan beribadah yang diberikan Allah.
4. Silaturahmi dan Berbagi
Momen ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga. Berbagi daging kurban dan menikmati hidangan bersama akan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Larangan Penting di Hari Tasyrik
Berbeda dengan hari-hari lain, ada satu larangan spesifik yang harus ditaati di Hari Tasyrik:
Larangan Berpuasa
Dalam Islam, berpuasa pada Hari Tasyrik adalah haram hukumnya. Larangan ini berlaku untuk puasa wajib maupun puasa sunnah. Rasulullah SAW dengan tegas melarang puasa pada hari-hari ini, karena sebagaimana hadis di atas, ia adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah. Ini menunjukkan kemurahan Allah kepada hamba-Nya untuk menikmati karunia-Nya setelah menunaikan ibadah kurban.
Hikmah dan Keutamaan Hari Tasyrik yang Perlu Kita Renungkan
Di balik setiap syariat, selalu ada hikmah mendalam. Hari Tasyrik mengajarkan beberapa hal penting:
- Kesinambungan Ibadah: Menunjukkan bahwa ibadah tidak berhenti setelah Idul Adha, melainkan berlanjut dalam bentuk syukur, zikir, dan berbagi.
- Penekanan pada Rasa Syukur: Umat Islam diajak untuk merayakan nikmat kurban dan karunia Allah dengan cara yang halal dan menyenangkan.
- Ukhuwah Islamiyah: Mendorong interaksi sosial yang positif melalui kegiatan makan bersama dan berbagi.
- Keseimbangan Hidup: Mengajarkan keseimbangan antara ibadah ritual (puasa, salat) dan menikmati karunia duniawi sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta.
Tabel: Hari Tasyrik, Tanggal, dan Amalan Kuncinya
Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan mengenai Hari Tasyrik:
| Hari Tasyrik ke- | Tanggal Hijriah (Dzulhijjah) | Amalan Kunci | Larangan Kunci |
|---|---|---|---|
| Pertama | 11 Dzulhijjah | Menyembelih kurban (opsional), takbir, makan & minum, zikir, silaturahmi | Puasa |
| Kedua | 12 Dzulhijjah | Menyembelih kurban (opsional), takbir, makan & minum, zikir, silaturahmi | Puasa |
| Ketiga | 13 Dzulhijjah | Menyembelih kurban (batas akhir), takbir, makan & minum, zikir, silaturahmi | Puasa |
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Hari Tasyrik
Apakah boleh puasa sunnah di Hari Tasyrik?
Tidak boleh. Berpuasa, baik puasa wajib (seperti qadha) maupun puasa sunnah, adalah haram hukumnya pada Hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Hari-hari ini adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.
Sampai kapan waktu menyembelih kurban?
Waktu menyembelih kurban dimulai setelah Salat Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan berakhir saat terbenam matahari pada hari terakhir Hari Tasyrik, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.
Apa perbedaan Takbir Idul Adha dengan Takbir Hari Tasyrik?
Secara umum, lafaz takbirnya sama. Namun, waktu pelaksanaannya sedikit berbeda. Takbir Hari Raya Idul Adha dimulai sejak terbit fajar pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah (takbir muqayyad setelah salat fardhu). Takbir di Hari Tasyrik adalah kelanjutan dari takbir Idul Adha, di mana kita masih sangat dianjurkan untuk memperbanyak takbir.
Mengapa disebut Hari Tasyrik?
Disebut Hari Tasyrik karena secara historis, pada hari-hari ini umat Islam menjemur (syarraqa) daging kurban agar awet dan bisa disimpan lebih lama. Makna ini kemudian berkembang menjadi hari-hari untuk menikmati hidangan kurban.
Hari Tasyrik adalah anugerah dari Allah SWT, sebuah perpanjangan dari kemeriahan Idul Adha yang penuh berkah. Mari kita manfaatkan hari-hari ini dengan sebaik-baiknya, bukan hanya dengan menikmati hidangan lezat, tetapi juga dengan memperbanyak zikir, syukur, dan mempererat tali persaudaraan. Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih pahala di hari-hari yang mulia ini!
Cahya Cantika adalah alumnus UIN yang aktif sebagai penulis lepas sejak 2021. Ia sering menulis artikel seputar hukum Islam, ibadah, dan kehidupan muslim sehari-hari dengan pendekatan yang mudah dipahami serta mengacu pada sumber-sumber keislaman yang kredibel.







