Syarat Salat Jamak, Diantaranya?

Agustus 18, 2023 0 By Yuliarti Selli

Salat jamak, adalah salat yang dijamak atau dikumpulkan secara bersamaan. Jadi bisa dibilang mengumpulkan dua salat fardu, yang dikerjakan dalam satu waktu. Disitu, dilakukan secara berturut-turut. Bisa kita ambil contoh, mengerjakan salat dzhuhur dan ‘ashar pada waktu salat.

Untuk urutan salatnya, dimulai dari mengerjakan salat dzuhur, kemudian setelah selesai dilanjutkan dengan salat ashar. Catatan, terpisah dengan dzikir atau kegiatan lain. Salat jamak sendiri, adalah salah satu nikmat dari Allah, dimudahkan dari ibadah atas alasan tertentu.

Tentang Salat Jamak

Anggap saja, sebagai salah satu kemudahan atau keringanan, dalam beribadah karena suatu hal. Jadi, umat Nabi Muhammad SAW mendapatkan kenikmatan ini. Salat ini, pernah dilaksanakan oleh Nabi SAW, dalam hadist riwayat Ibnu Umar berkata:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيْغَ الشَّمْسُ أَخَرَّ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْرِ، ثُمَّ نَزَلَ يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا فَإِنْ زَاغَتِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ (رواه البخارى)

Artinya: “Dari Anas ra, ia berkata, “Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat zhuhur ke waktu ‘ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR. Bukhari).

Salat fardu yang boleh dijamak adalah, salat dzuhur dengan ashar, dan salat isya atau maghrib. Menjamak salat sendiri, hukumnya mubah, diperbolehkan menjamak bagi orang-orang yang memenuhi syarat-syarat seperti berikut: musafir, jarak perjalaman minimal 81 km.

Lebih tentang Salat Jamak Selain di atas, yang diperbolehkan untuk melakukan salat jamak adalah orang yang mrlakukan perjalanan bukan di jalan maksiat. Kemudian, seseorang dalam keadaan ketakutan, mulai dari sakit, hujan lebat, ada angin topang, dan bencana alam lainnya.

Terkait  Ide Takjil Ngabuburit di dalam Rumah!

Untuk syarat terakhir, berlaku bagi orang yang senang melaksanakan salat berjamaah di masjid. Untuk salat subuh, memang tidak bisa dijamak, dan harus dikerjakan pada waktunya sendiri, walaupun kita sedang ada dalam perjalanan atau kendaraan. Untuk salat ashar, tidak bisa dijamak dengan salat isya maupun maghrib.

Salat jamak, terdiri dari dua bagian, yaitu Jamak Takdim dan Jamak Takhir. Untuk keduanya, pasti ada perbedaan yang penting kita tahu perbedaan tersebut. Jamak Takdim dan Jamak Takhir Jamak Takdim, adalah mengumpulkan dua salat fardhu, dikerjakan secara bersama pada waktu salat pertama.

Misal, pada salat dzhuhur dan ‘ashar dilaksanakan pada waktu zhuhur, maghrib dan ‘isya dilaksanakan pada waktu maghrib. Jadi awal pertama Untuk Jamak Takhir, lebih ke mengumpulkan dua shalat fardlu untuk dikerjakan secara bersama pada waktu salat yang kedua.

Misal, pada salat dzhuhur dengan ‘ashar dilaksanakan pada waktu ‘ashar, dan maghrib dengan ‘isya dilaksanakan waktu ‘Isya. Untuk syarat Jamak Takdim, ada: Dimulai dari shalat yang pertama, kemudian niat jamak pada waktu salat pertama. Setelah itu, berturut-turut antara salat pertama dengan salat kedua.

Terakhir, dalam kondisi masih di perjalanan. Untuk syarat Jamak Takhir, adalah Niat menjamak setelah tiba waktu salat yang kedua, dan pastinya salat dikerjakan saat masih dalam perjalanan.

Niat salat Jamak Takdim, diantaranya:

1. Zhuhur dengan ‘Ashar

– Niat shalat zhuhur

أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى

Artinya: “Sengaja aku shalat zhuhur empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takdim dengan ‘ashar karena Allah Ta’ala.”

– Niat shalat ’ashar

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى

Terkait  Khitbah: Ketahui Syarat, Tata Cara, dan Hal Pentingnya!

Artinya: “Sengaja aku shalat ‘ashar empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takdim dengan zhuhur karena Allah Ta’ala.”

2. Maghrib dengan ‘Isya

– Niat shalat maghrib

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى

Artinya: “Sengaja aku shalat maghrib empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takdim dengan ‘Isya karena Allah Ta’ala.”

– Niat shalat ‘Isya

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى

Artinya:“Sengaja aku shalat ‘Isya empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takdim dengan maghrib karena Allah Ta’ala.” Dan lain sebagainya.

Pastikan, jangan sampai keliru jenis Jamak!