Khitbah: Ketahui Syarat, Tata Cara, dan Hal Pentingnya!

Khitbah: Ketahui Syarat, Tata Cara, dan Hal Pentingnya!

November 27, 2022 0 By Yuliarti Selli

Ketahui, bahwa pernikahan adalah momen sakral dan dianggap adalah jenjang serius dan menuju hubungan bahagia selamanya. Menikah, tidak asal-asalan dan gampang untuk berganti-ganti, karena ada komitmen. Semua ada aturan dan ilmunya, sehingga tidak mudah diaplikasikan.

Harus siap mental dan lain-lain, agar saat proses menjalani khitbah lancar. Dalam ajaran Islam, pengaplikasian Khitbah, harus didasari atau dilandasi secara syar’i. Semua itu agar berkah dan sebelum melakukan pernikahan, didahului yang namanya tunangan agar ada ikatan batin maupun emosional.

Pengertian Khitbah

Khitbah adalah proses lamaran secara Islami, yang mana pihak keluarga calon mempelai laki-laki, mengunjungi kediaman si perempuan (calon). Di pertemuan tersebut, pihak mempelai laki-laki mengutarakan maksud dan tujuan melamar, untuk mengajak si mempelai perempuan berumah tangga.

Permintaan tersebut, bisa disampaikan secara langsung oleh pihak laki-laki, atau melalui perantara yang dianggap bisa menyampaikan sesuai dengan syariat Islam. Khitbah sendiri harus dijawab “Ya” atau “Tidak”. Jika si perempuan menjawab “Ya”, maka proses lamaran sudah usai/dilakukan (resmi).

Perhatikan Hal berikut, sebelum Khitbah

Sebelum seorang laki-laki mengkhitbah seorang perempuan, maka si laki-laki ini harus memperhatikan beberapa hal dalam menentukan perempuan mana yang akan ia lamar. Hal ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di hari kemudian.

Pernikahan, bersifat lama dalam hal ibadah, jadi hati-hati dalam memilih. Jadi, bisa dibilang pernikahan bukanlah permainan atau hanya untuk main-main. Berikut adalah syarat sebelum melakukan khitbah, diantaranya:

  1. Ketahui calon mempelai agar tidak terjadi fitnah atau masalah di kemudian hari, walaupun hal ini tidak wajib tetapi disarankan.
  2. Perempuan yang akan dilamar, boleh menolak lamaran dengan cara baik-baik.
  3. Sebaiknya, dalam menjawab lamaran, alangkah lebih baik pikir-pikir terlebih dahulu, jangan langsung menjawab. Pikir matang terlebih dahulu. Agar tidak terkesan pemaksaan dalam proses khitbah.
  4. Tidak boleh melamar perempuan yang sedang pada masa iddah. Entah karena diceraikan atau ditinggal mati suami.
  5. Memilih pasangan sesuai anjuran Al-Qur’an dan Rasulullah SAW.
  6. Calon mempelai, tidak sedang dilamar dengan laki-laki lain.
  7. Khitbah bukan berarti hubungan sepasang suami istri, karena belum halal. Jadi hati-hati, saling menghargai dan menjaga diri.
  8. Jangka waktu khitbah menuju ke pernikahan tidak boleh terlalu lama. Kedua belah pihak harus segera menyegerakan pernikahan. Hal tersebut untuk menjauhkan diri dari fitnah dan hal-hal kurang baik nantinya yang terjadi.
  9. Sebelum melakukan taaruf, bekali diri dengan ilmu, dan sebelum khitbah bekali diri dengan restu. Karena dua hal tersebut saling berkaitan dengan ridho orang tua. Ingat, ridho orang tua ridho Allah SWT.

Tata Cara Khitbah

Sebelum melamar, seorang laki-laki harus belajar yang namanya Khitbahm entah tata caranya, dan lain-lain. Berikut adalah tata caranya:

1. Memohon petunjuk kepada Allah (Istikharah, dan lain-lain).

Kita harus meminta petunjuk dari Allah, siapa yang terbaik untuk dijadikan jodoh kita. Karena dari situ, akan ada kemantapan hati dari Allah untuk memilih calon tersebut. Pastikan, cari kemantapan hati yang benar, menurut Islam, dengan melakukan salat Istikharah.

2. Baca doa dan salawat Nabi

Pentingnya baca doa dan salawat nabi, agar terhindar dari mara bahaya setan yang terkutuk dan hati selalu tenang. Dari situ, tuntutan untuk ke jalan benar, terbuka lebar. Disunnahkan, bagi yang melamar mengucapkan hamdalah, menyebut pujian-pujian Allah, dan salawat Nabi. Dijaimin terbuka lebar.

3. Mendatangi kediaman calon pasangan

Ini perlu yah, kalau mau melamar yah harus datang ke rumah, karena sejatinya, laki-laki harus berani mengutarakan niatnya di depan keluarga si calon mempelai. Agar tahu kriterianya seperti apa dan maksudnya seperti apa. Dan orang tua bisa tahu kriteria si laki-laki dan silaturahmi.

4. Sampaikan maksud dan tujuan

Ini merupakan, inti dari khitbah, yang memang mengutarakab maksud dan tujuan datang ke rumah secara jelas, yaitu ingin mempersunting atau melamar si calon perempuan untuk dijadikan istri atau diminta untuk berumah tangga bersama.

5. Jawaban dari pihak perempuan

Di sesi ini, kita sebagai pelamar harus sabar menunggu jawaban dari lamaran yang ditawarkan. Jadi, pihak perempuan akan memberikan jawaban mengenai hal tersebut, apakah diterima ataukah tidak. Jika diterima, maka pernikahan bisa dilaksanakan.

6. Menyerahkan hantaran

Sebagai calon laki-laki si mempelai, harus membawa hantaran yang diserahkan kepada keluarga perempuan. Hal ini, sebagai bentuk keseriusan dalam menjalin hubungan dan ingin meminang di perempuan dan ingin menafkahinya secara lahir dan batin.

7. Penutupan acara khitbah

Setelah proses pembicaraan selesai, maka selanjutnya dilakukan penutupan acara dengan pembacaan doa. Doa tersebut diharapkan bisa memberikan kelancaran bagi proses hingga berjalannya pernikahan nantinya.

Catatan

Sebelum perempuan menolak atau menerima lamaran, alangkah lebih baik lakukan proses Taaruf, yang mana lebih ke proses pengenalan masing-masing secara tepat, agar nantinya bisa menyimpulkan apakah si mempelai laki-laki atau perempuan ini cocok untuk diajak menikah (dipersunting).

Dalam proses taaruf, bisa menolak maupun menerima calon pasangan dengan benar dan baik-baik. Jangan merasa bersalah karena telah menolak, selama tidak melanggar agama dan berpatok pada agama dalam pemilihan calon pasangan.

Saat proses taaruf, masih dibolehkan untuk berpikir, sedangkah khitbah harus menyegerakan waktu dalam melaksanakan pernikahan. Setidaknya, tergantung kebutuhan, jika dirasa calon pasangan sudah tidak cocok secara Islam, maka alangkah diakhiri saja, dengan baik-baik.

Dalam masa taaruf, kita masih bisa punya waktu untuk berpikir dalam memutuskan lanjut atau tidak (diterima atau tidak), sedangkan khitbah, harus menyegerakan waktu pernikahan. Hal tersebut untuk menghindari godaan dari dalam dan luar yang berpotensi ke dampak negatif.

Semoga, ilmu yang berkaitan dengan khitbah di artikel ini, bisa bermanfaat untuk banyak orang.

 

.