Kisah Empati Rasulullah yang Perlu Dijadikan Teladan

Kisah Empati Rasulullah yang Perlu Dijadikan Teladan

Januari 18, 2023 0 By Yuliarti Selli

Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu empati ke orang, karena ini untuk memanusiakan manusia. Kemudian, cara empati, bisa kita lihat dalam kehidupan Rasulullah, yang mana menjadi teladan kita dalam berbagi hal.

Cara beribadah kepada Allah adalah, salah satunya, dengan bersikap empati kepada orang. Bersyukur kita masuk Islam, dan tahu bahwa Islam itu indah, saling mencobva mengerti dan berusaha paham pada apa yang seharusnya terjadi dan dilakukan.

Sejarah Peran Rasulullah

Dalam sejarah dunia, sudah banyak dikisahkan cerita nabi atau Rasulullah yang memerangi kebiasaan buruk manusia, dengan cara berdakwah. Urusan yang ada, meliputi urusan berkeluarga, bertetangga, menjadi pemimpin, guru, dan lain sebagainya.

Dari multitasking ini, membuat beliau gampang dalam memperlakukan seseorang, walaupun itu dirasa sulit. Rasulullah adalah orang yang paling lemah lembut kepada semua orang. Tidak hanya pada keluarga dan sahabatnya, tetapi pada orang-orang yang memusuhinya juga.

Saat dikejar dan dilempari batu di Thaif, Nabi tetap mendoakan mereka dengan penuh harapan agar mereka ada generasi yang mengimaninya. Padahal, saat itu malaikat Jibril menawarinya untuk menghukum kaum yang berlaku zalim tersebut.

Karakter Sifat Empati

Karakter nabi dalam mengarungi kehidupan, sangat diacungi jempol, karena beliau tetap sabar dalam menerima cobaan apapun. Rasulullah SAW, memang pemaaf, penuh kasih, dan empati kepada derita orang lain. Sehingga Nabi senantiasa memperlakukan orang lain dengan sikap dan perilaku yang baik.

Sikap lemah lembut nabi, juga disinggung dalam Surah At-Taubah ayat 128, dengan “Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyanyang terhadap orang-orang yang beriman.”

Selain itu, juga ada Surah Azhab ayat 21, yang mana diperintahkan untuk mengambil teladan dari Rasulullah SAW. Saudara, keluarga, dan orang lain tetap diajak dan mengingat kepada kebaikan. Salah satu empati Rasulullah yang berat kita amalkan adalah tidak pernah makan lebih dari satu lauk pauk.

Kisah Empati Lain Nabi Muhammad

Beliau hanya makan tidak lebih dari satu lauk pauk, karena prihatin akan kaum yang fakir dan miskin, sehingga Rasulullah, tidak pernah mengecewakan orang yang meminta bantuan kepada Muhammad SAW. Jadi, Muhammad, selalu berusaha membantu apa yang orang itu minta.

Bila Rasulullah SAW tidak memiliki sesuatu dari apa yang diminta, maka beliau akan meminta para sahabat untuk membantunya. Teladan ini sudah tidak ditemukan secara sering, terlebih di tengah-tengah kita masih ada orang yang kekurangan, banyak.

Ucapan dan perilaku Rasulullah, setidaknya tidak mencoba menyakiti umatnya dan bukan umatnya. Jika dikisruh, kemungkinan hanya membalas sewajarnya, seperti peristiwa-peristiwa tak menyenangkan yang dialami oleh Rasulullah.

Makna Berempati kepada Orang Lain

Makna berempati kepada orang lain, adalah bisa selamat dunia dan akhirat. Bagi kehidupan sosial, kamu bisa aman dengan manusia, bertetangga, tanpa konflik terlalu. Saat mengetahui kebutuhan masing-masing, dan saling menghargai, maka secara tidak langsung orang akan berempati juga.

Orang yang bersegera melakukan kebaikan, adalah orang yang dijaga Allah dan disegerakan semua amalnya untuk bisa diterima di sisi Allah. Pastikan, pilih yang terbaik agar kita dalam hidup selalu leluasa ingat Allah, dan anak cucu keturunan kita lebih baik dalam hal amal sholeh.

Melakukan empati adalah wujud dari kepekaan hati seorang mukmin yang akan mendatangkan kecintaan Allah SWT kepada umatnya, dan Allah adalah maha dalam membolak balikkan hati, sehingga pengharapan hanya diberikan kepada Allah agar lancar dunia akhirat.

Itulah penjelasan singkat, mengenai kisah empati yang dilakukan Rasulullah, dan bisa dijadikan teladan untuk dicontoh manusia dalam kehidupan sehari-hari.