Sejarah Penyebaran Islam di Bali

Sejarah Penyebaran Islam di Bali

Januari 24, 2023 0 By Yuliarti Selli

Indonesia, populer akan penduduk muslimnya, dan tersebar di seluruh pelosok wilayahnya. Salah satunya, ada di Bali. Walaupun di Bali, masih terkenal dengan agama Hindu-nya, bukan berarti agama Islam, disana tidak ada, tetapi sudah melakukan persebaran seperti sejarah yang telah dijelaskan.

Sejarah penyebaran agama Islam, cukup susah di Bali, karena sampai sekarang, penduduk yang menganut Islam ini masih minoritas. Sejarah interaksi muslim dengan penduduk asli setempat dapat dilacak setidaknya sejak abad pertama Masehi lalu.

Latar Belakang

Pada masa abad pertama Masehi lalu, Pulau Dewata (Bali) dulu, sudah mahsyur dan sejahtera dengan satu pelabuhan internasional di Asia Tenggara. Kapal-kapal yang berlayar pun, bukan hanya datang dari dalam, melainkan luar nusantara juga, semisal India atau Cina.

Pada awal Masehi, sudah menunjukkan bahwa adanya komunitas yang menunjang akan hal tersebut. Terdapat berbagai kawasan arkeologis di Kab. Buleleng yang mana bisa membuktikan bahwa adanya jejak perjumpaan masyarakat lokal dengan bangsa-bangsa asing.

Di Pangkung Paruk, para arkeolog telah menemukan manik-manik dengan lapis emas yang diketahui berasal dari Persia (Iran). Terdapat sejumlah peneliti, yang berhasil mengungkap prasasti yang bertarikh abad ke-9 atau ke-10 di Desa Julah

Abad ke-8 hingga ke-14

Antara abad ke-8 hingga ke-14, peradaban Islam di Bali mencapai puncak keemasan, jadi menjadi zaman keemasan mereka. Hal ini, didukung oleh arus migrasi pulau yang pesat saat itu. Migrasi saat itu, dilakukan oleh para pelaut, pedagang, ulama, maupun salik Muslim.

Jika merujuk pada pendapat Prof. Buya Hamka, telah datang utusan umat muslim dari Tanah Arab ke Pulau Jawa sekitar tahun 675 M dan mereka juga sempat mengunjungi Kerajaan Kalingga. Maka dari itu, sangat mungkin jika sejumlah umat Islam telah menginjakkan kaki di Bali sejak abad ke-9 atau ke-10.

Sebelum masa Hindia Belanda masuk, Bali sudah tersentuh dengan para penganut agama tauhid, terutama oleh para saudagar muslim yang berlabuh ke pantai Bali Utara. Terdapat ritual adat yang dilakukan oleh orang Bali Aga dengan melakukan toleransi terhadap komunitas Islam.

Contoh Penyebaran Islam di Bali

Penyebaran Islam di Bali, tidak lepas dari riwayat Negeri Gelgel, yang mana termasuk dalam wilayah Kab. Klungkung. Menurut Forum Pemerhati Sejarah Islam (SPSI), dakwah agama mulai berkembang secara di Gelgel secara signifikan, sejak masa pemerintahan Dalem Ketut Ngalesir (1380-1460 M).

Berdasarkan catatan sejarah, raja pertama Gelgel pernah berkunjung ke ibukota Majapahit untuk menghadiri suatu pertemuan agung. Seusai acara tersebut, Dalem Ketut Ngalesir dan seluruh pemimpin negeri bawahan Majapahit yang hadir bermohon diri.

Sebelum beranjak pulang, raja Majapahit memberikan 40 orang pengawalnya, kepada Raja Gelgel. Pengawal tersebut, pastinya menetap di Bali dan Raja Dalem Ketut, menghadiahkan sebidang tanah kepada mereka. Sejak saat itu, para pemeluk Islam berbaur dengan penduduk setempat.

Terbentuk Kampung Islam Gelgel secara Terpisah

Sejak tahun 1480, Dalem Ketut turun tahta dan kedudukannya digantikan oleh Raja Dalem Waturenggong. Upaya mengislamkan Dalem Waturenggong akhirnya menemui kegagalan, dimana sang pemimpin menolak secara halus dari rombongan Ratu Dewi Fatimah.

Akhirnya, Ratu Dewi Fatimah kembali ke Loloan, tempat pertama beliau tiba di Pulau Bali. Setelah Muslimah itu wafat, para pengiringnya kembali ke Gelgel dan bermukim di sana. Walaupun Dalem Waturenggong tidak sampai memeluk Islam, syiar agama tidak lantas meredup di Bali.

Pada masa raja-raja Gelgel selanjutnya, komunitas Muslim tetap ada dan melebut, berinteraksi dengan penduduk setempat. Masuk kea bad 17, pertumbuhan komunitas Islam di Bali cenderung berkaitan dengan aktivitas perniagaan pelabuhan-pelabuhan.

Itulah, sejarah akan penyebaran Islam di Bali, dimulai dari migrasi, akulturasi lewat budaya dan melalui pernikahan, dan dakwah. Pastinya itu tidak mudah, tetapi selama itu menuju jalan Allah, Allah akan selalu melindungi dan memberi jalan.