Doa Mandi Wajib setelah Haid
Juli 15, 2023Setelah haid, maka kita diwajibkan untuk membersihkan diri dari hal yang sudah kotor sebelumnya karena darah mens secara syar’i. Hal ini diwajibkan oleh setiap muslimah yang ada di dunia. Mandi wajib, tidak diperuntukkan oleh orang yang haid saja, seperti setelah berhubungan badan, setelah nifas.
Dan setelah keluar mani (Junub). Terdapat beberapa langkah, dalam melakukan hal ini. Mulai dari berniat, mengucapkan doa, mencuci seluruh tubuh (rambut, wajah, anggota tubuh lainnya). Berkumur-kumur, dan memasukkan air ke hidung juga ada.
Mulai dari Niat
Niat sendiri, merupakan hal yang pertama, dan unsur yang penting dalam mandi wajib. Kita akan mandi wajib karena apa, doanya pun berbeda. Niat menjadi syarat sah dalam melakukan mandi wajib. Niat, diucapkan dari dalam hati sebelum memulai mandi wajib.
Mandi wajib, memiliki tujuan untuk menghilangkan hadas besar dan menyucikan diri di hadapan Allah SWT. Niat mandi wajib, dilakukan secara khusyuk dan dari hati ingin bersuci sesuai dengan niat yang dilakukan. Dari sini, ibadah, niat kita bersuci, diterima oleh Allah.
Doa niat mandi wajib setelah haid, adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari minal janaabati fardho lillahi ta’aala”.
Artinya: “Saya niat mandi wajib untuk mengangkat hadas besar fardu karena Allah Ta’ala”.
Langkah-langkah dalam melakukan mandi wajib setelah Haid:
- Niat dalam hati, dengan mengucapkan doa mandi wajib setelah haid.
- Membaca Basmallah, dan kemudian mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang kotor.
- Melakukan wudhu seperti biasa, kecuali mencuci kepala.
- Melakukan guyuran di kepala, dengan air sebanyak tiga kali.
- Mengguyur seluruh tubuh dari kanan dan kiri sebanyak tiga kali.
- Menggosok tubuh dengan tangan agar air merata ke seluruh tubuh.
Dari langkah-langkah di atas, maka kita bisa melaksanakan mandi wajib karena haid sesuai dengan ajaran agama Islam. Kita, harus tetap penting menjaga kebersihan dan kesucian diri agar kita, senantiasa bisa menjalankan ibadah-ibadah yang telah Allah SWT berikan ke kita.
Hukum Menunda Mandi Wajib karena Haid
Menunda mandi wajib, setelah haid, jikalau darah mens sudah tidak keluar, tidak diperbolehkan. Hal ini, karena didasarkan oleh riwayat HR. Bukhari, yang menngatakan bahwa perempuan, yang sudah haid, wajib untuk mandi dan salat.
Rukun mandi wajib, ada dua, yaitu berniat untuk menghilangkan hadas besar, dan membasahi tubuh dengan air (ujung rambut hingga ujung kaki). Air harus merata ke seluruh tubuh, termasuk bagian rambut dan bulu-bulu, hingga tubuh yang memiliki lipatan.
Kesimpulan
Disimpulkan, bahwa mandi wajib harus membasahi semua bagian tubuh, tidak terkecuali daerah rambut yang diharuskan keramas. Walaupun begitu, bagi yang tidak keramas menggunakan sampo, atau hanya menggunakan air, maka hal itu diperbolehkan (tidak masalah), yang penting merata.
Bisa kita contoh, Nabi Muhammad SAW, dalam melakukan mandi wajibnya menggunakan air, tanpa pembersih, seperti sampo atau sabun. Hal tersebut, sudah terbukti dari riwayat yang ada, berdasarkan hadis yang ada.
Saat mandi wajib, kita haruslah menggunakan air yang suci, dan tidak terkena kotoran, yang bisa saja mengubah bau maupun sifatnya. Mandi wajib, dilakukan sebagai pengganti wudhu. Dalam melakukan mandi wajib, kita tidak boleh memakai penutup kepala, karena semua bagian tubuh harus terkena air.
Itulah, doa mandi wajib karena haid, dan tata cara yang dilakukan. Pastikan, kamu bisa dan paham bahwa hal wajib ini harus dilakukan!








