Hal yang Membatalkan Wudhu, Apa Saja?

Hal yang Membatalkan Wudhu, Apa Saja?

November 3, 2022 0 By Yuliarti Selli

Ibadah salat, adalah ibadah yang harus, dan wajib dilakukan oleh umat muslim setiap hari. Ada yang hukumnya sunnah, jika salat tersebut bukan salat fardhu. Sebelum melakukan salat, kita sebagai orang muslim, wajib menyucikan diri dulu sebelum ibadah ke Allah.

Hal ini, sesuai dengam Surah Al Maidah ayat 6, yang mengatakan bahwa saat berwudhu, umat muslim harus mencuci bagian tubuh mulai dari wajah, kepala, tangan hingga siku, kedua kaki, hingga mata kaki. Wudhu akan sah, jika dalam pengaplikasiannya sudah benar.

Berikut ini adalah hal-hal, yang bisa membatalkan wudhu, diantaranya:

1. Bersentuhan dengan yang bukan Mahram

Saat selesai melakukan wudhu, kita sengaja atau tidak sengaja bersentuhan dengan yang bukan Mahram, salah satunya lawan jenis. Sehingga, hal tersebut membatalkan wudhu dan kamu harus melakukan wudhu ulang. Jadi, hati-hati saat berjalan atau berpas-pasan dengan yang bukan Mahram.

2. Sedamg Muntah atau Mual

Entah muntah atau mual, yang terasa sampai ke kerongkongan dan mulut untuk keluar, itu sudah menandakan bahwa wudhu tidak sah (batal). Muntah karena kelebihan makan atau pas sakit, sama saja. Jika sudah muntah, sampai keluar ke mulut, maka langsung wudhu lagi.

atau kalau tak kuat untuk salat, jangan lakukan.

3. Tertidur hingga Pulas

Saat kita menunggu salat fardhu selanjutnya, biasanya kita tidak wudhu lagi sembari leyeh-leyeh atau istirahat di tempat salat. Ternyata, hal tersebut membuat kita tertidur pulas, dan merasa enak atau nyenyak. Sehingga hal itu membatalkan wudhu. Intinya, jika sampai kehilangan kesadaran, wudhu.

4. Adanya Ekskresi

Ekskresi disini, maksudnya hindari mengeluarkan hasil metabolisme dan cairan melalui saluran kelamin, seperti air kencing, air mani, dan kotoran. Hal ini, dapat membatalkan wudhu kita, sehingga hati-hati, bersihkan diri secara bersih, agar saat menghadap ke Allah, diterima salatnya.

5. Menyentuh Kemaluan

Saat menyentuh kemaluan, maka termasuk najis atau batal. Karena kemaluan sendiri, dilambangkan sebagai hadas atau najis. Hindari menyentuh kemaluan diri sendiri maupun orang lain, agar wudhu tetap sah, dan suci. Sehingga salatnya juga sah.

6. Mandi bersifat Wajib

Mandi wajib (mandi setelah aktivitas ejakulasi/hubungan intim) adalah salah satu hal yang membatalkan wudhu. Pastikan mandi wajib dulu, agar wudhu tetap suci dan salat sah. Setelah mandi wajib, kita tidak diwajibkan untuk wudhu karena sudah menghilanglan hadas besar (mandi wajib).

7. Makan Daging Unta

Makan dan minum, ternyata tidak membatalkan wudhu, kecuali daging unta. Entah disajikan dalam keadaan mentah maupun matang sama saja. Kemudian, dalam porsi kecil sampai yang sedang pun, sama saja membatalkan wudhu.

8. Hilang Akal Sehat

Disini, bisa gila atau mabuk atau sedang pakai barang-barang haram, seperti narkoba dan lain sebagainya. Zat penenang obat penenang yang menghilangkan akal maupun kesadaran, membatalkan wudhu. Jadi, kembali ke jalan Allah agar benar.

9. Segala sesuatu, yang keluar dari Kemaluan

Tidak hanya air kencing, air mani, dan kotoran saja, tetapi buang air besar, madzi, wadi, dan kentut itu batal, wudhunya tidak sah. Kita harus melakukan wudhu kembali agar salatnya tetap sah. Untuk lendir yang keluar dari kemaluan wanita, secara terus dan bertambah, maka itu tidak membatalkan wudhu.

10. Tertawa terbahak-bahak

Ternyata, tertawa saat melakukan salat, sama saja membatalkan salat dan wudhunya, sehingga otomatis melakukan wudhu lagi. Hal ini bertentangan dalam keadaan khusyuk saat menyembah Allah SWT. Ingat, saat salat, kita sedang bermunajat kepada Allah.

11. Orang yang sedang Bernifas

Hukum wudhu bagi wanita yang sedang bernifas (setelah melahirkan) adalah tidak wajib. Dan melakukan wudhu saat nifas otomatis batal. Karena perempuan hanya diwajibkan berwudhu saat lembab, yang berlaku ada farjinya.

12. Keluarnya Darah maupun Nanah

Entah keluar satu atau dua-duanya, tetap batal. Entah keluar secara pisah-pisah atau bercampur, tetap membatalkan wudhu. Hal tersebut bersifat batal jika memenuhi syarat-syarat tertentu (berdasarkan mazhab yang dianut masing-masing) mengalir ke tempat yang wajib disucikan.

Jika setetes, dua tetes tidak diwajibkan berwudhu.

13. Memandikan Mayat

Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, Abu Hurairah mengatakan bahwa, “Sekurang-kurangnya dia hendak lah berwudhu, karena biasanya tangan mereka tidak terselamat dari menyentuh kemaluan mayat.” Jadi, jika sudah memandikan mayat dan ingin salat, maka wudhu.

14. Ragu akan Adanya Wudhu

Dalam mazhab Maliki, “Barang siapa yang merasa yakin bahwa dirinya suci kemudian dia ragu tentang terjadinya hadats, maka dia wajib berwudhu”. Hal ini juga berlaku bagi kita yang yakin berhadas dan ragu masih suci.

Itulah penjelasan mengenai hal-hal yang membatalkan wudhu, semoga bermanfaat.