Konsep Tauhid dalam Ajaran Bible

Konsep Tauhid dalam Ajaran Bible

November 23, 2023 0 By cahaya

Konsep tauhid adalah prinsip inti dalam agama Islam yang mengajarkan keesaan Tuhan atau keberadaan satu-satunya Tuhan yang Maha Esa. Tauhid berasal dari bahasa Arab yang bermakna “pengesaksian terhadap keesaan” atau “menyatukan” dan merupakan konsep sentral yang menyatakan bahwa hanya ada satu Allah yang Maha Kuasa dan Maha Esa tanpa sekutu atau mitra apapun.

Ternyata hal ini juga diakui dalam ajaran Bible lho!

Konsep Tauhid dalam Bible

Terdapat beberapa ayat dalam Alkitab Kristen yang menegaskan keesaan Tuhan. Salah satu ayat yang paling terkenal yang menunjukkan keesaan Tuhan adalah dalam Kitab Ulangan 6:4, yang sering disebut sebagai Syema, dalam terjemahan bahasa Indonesia:

“Hear, O Israel: The Lord our God, the Lord is one.”

Artinya:

“Dengarlah, hai Israel: TUHAN, Allah kita, TUHAN adalah esa.”

Selain itu, terdapat beberapa ayat lain yang juga menekankan keesaan Tuhan dalam Alkitab Kristen, antara lain:

  1. Kitab Yesaya 45:5-6: “Aku adalah TUHAN, dan tidak ada lagi; tidak ada allah selain pada-Ku. Aku menguatkan engkau, tetapi engkau tidak mengenal-Ku, supaya mereka tahu dari timur dan dari barat, bahwa tidak ada yang lain selain pada-Ku; Akulah TUHAN, dan tidak ada lagi.”
  2. Kitab 1 Korintus 8:4: “Jadi, mengenai makanan yang dipersembahkan kepada berhala, kami tahu bahwa tidak ada berhala di dunia ini dan bahwa tidak ada Allah selain satu saja.”
  3. Kitab Markus 12:29: “Yesus menjawab: ‘Inilah hukum yang terutama: Dengarlah, hai Israel: Tuhan kita, Tuhan itu esa.'”

Ayat-ayat ini menegaskan keesaan Tuhan dalam keyakinan Kristen, menunjukkan bahwa hanya ada satu Tuhan yang sejati, yang tidak ada Tuhan lain selain Dia.

Persamaan Konsep Tauhid dalam Islam dan Bible

Konsep tauhid dalam Islam dan keyakinan tentang Tuhan dalam Bible memiliki beberapa kesamaan, meskipun terdapat perbedaan-perbedaan penting dalam penekanannya.

  1. Keyakinan pada Keesaan Tuhan:
    • Islam: Prinsip utama dalam Islam adalah tauhid, yaitu keyakinan akan keesaan Tuhan yang satu tanpa sekutu atau mitra apapun. Al-Qur’an menekankan keesaan Tuhan secara konsisten.
    • Bible: Terdapat juga penekanan pada keesaan Tuhan dalam Bible, seperti dalam kitab Perjanjian Lama yang menyatakan keesaan Tuhan (misalnya, dalam Kitab Ulangan 6:4 di Alkitab Kristen yang menyatakan, “Dengarlah, hai Israel: TUHAN, Allah kita, TUHAN adalah esa”).
  2. Penggambaran Tuhan yang Maha Esa dan Transenden:
    • Islam: Tuhan dalam Islam dipandang sebagai entitas yang Maha Esa, tidak tergantung pada apapun, dan transenden di atas segala hal.
    • Bible: Di dalam Bible, Tuhan digambarkan sebagai entitas yang Maha Kuasa, Maha Esa, dan transenden.
  3. Penolakan terhadap Kepentingan pada Berhala atau Dewa-dewa Lain:
    • Islam: Tauhid dalam Islam menegaskan penolakan terhadap penyembahan terhadap berhala atau dewa-dewa selain Allah.
    • Bible: Perjanjian Lama dalam Bible juga menegaskan larangan penyembahan berhala dan menyatakan bahwa hanya Tuhan yang sejati yang harus disembah.
Terkait  Seperangkat Alat Salat, dalam Pernikahan

Meskipun terdapat kesamaan dalam prinsip keesaan Tuhan antara Islam dan Bible, terdapat perbedaan-perbedaan teologis yang signifikan. Perbedaan utama antara kedua agama tersebut adalah pemahaman akan sifat-sifat Tuhan, konsep Tritunggal dalam kepercayaan Kristen, serta pandangan akan nubuat dan kepemimpinan nabi-nabi dalam agama-agama tersebut.

Mengenal Denominasi Kristen Unitarian

konsep tauhid dalam bible

Dalam konteks Kristen, unitarianisme adalah pandangan teologis yang menekankan keesaan Tuhan dalam satu pribadi, menolak konsep Tritunggal yang mengajarkan bahwa Allah terdiri dari tiga pribadi ilahi (Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus). Unitarianisme meyakini bahwa hanya ada satu Allah yang Maha Esa tanpa ada konsep Tritunggal atau keilahian Yesus Kristus.

Beberapa denominasi Kristen yang mengikuti konsep unitarianisme antara lain:

  1. Unitarian Universalist Association (UUA): Ini adalah sebuah gerakan agama yang berakar dari tradisi unitarian dan universalis. Mereka menekankan pada keesaan Tuhan, nilai-nilai moral universal, dan kesatuan umat manusia. Gerakan ini menarik berbagai keyakinan spiritual dan memiliki fokus pada kebebasan beragama.
  2. Kristen Unitarian: Ada juga beberapa gereja atau kelompok Kristen yang secara khusus menganut ajaran unitarianisme. Mereka menolak ajaran Tritunggal dan menekankan bahwa hanya ada satu Allah yang tunggal.
  3. Unitarian Universalist Christian Fellowship (UUCF): Ini adalah kelompok di dalam Unitarian Universalist Association yang lebih memusatkan diri pada ajaran Kristen, namun masih dalam kerangka keesaan Tuhan dan nilai-nilai inklusif yang dipegang oleh Unitarian Universalist.

Unitarianisme dalam konteks Kristen menekankan pada keesaan Tuhan dalam satu pribadi, menolak konsep Tritunggal, dan seringkali memberikan penekanan yang lebih besar pada aspek moral dan nilai-nilai universal daripada dogma teologis yang khas dalam denominasi-denuminasi Kristen lainnya.

Mengapa Kristen Mengakui Trinitas Padahal Bible Mengajarkan Tauhid?

Konsep Tritunggal atau Trinitas dalam keyakinan Kristen mengakui bahwa Tuhan adalah satu dalam tiga pribadi: Allah Bapa, Anak (Yesus Kristus), dan Roh Kudus. Meskipun konsep ini tidak secara eksplisit disebutkan dalam Alkitab, pengikut Kristen percaya bahwa konsep Trinitas ditemukan dalam pengajaran Alkitab secara keseluruhan. Penyelidikan atas konsep ini melibatkan interpretasi terhadap beberapa ayat Alkitab yang, menurut pemahaman Kristen, menunjukkan adanya tiga pribadi ilahi yang satu dalam esensi ilahi.

Terkait  Surat Pendek dalam Juz ‘Amma . Cek!

Sebagian orang Kristen mendukung konsep Tritunggal dengan menunjukkan beberapa ayat dalam Alkitab yang mereka interpretasikan sebagai penunjukan kepada konsep ini, antara lain:

  1. Matius 28:19: “Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
  2. 2 Korintus 13:14: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.”
  3. 1 Yohanes 5:7 (beberapa terjemahan Alkitab menunjukkan ayat ini sebagai penjelasan mengenai Tritunggal, meskipun beberapa pakar Alkitab menyoroti kontroversi terjemahan dari ayat ini): “Karena ada tiga yang memberi kesaksian, yaitu Roh dan air dan darah, dan ketiga ini adalah satu.”

Penafsiran terhadap ayat-ayat ini, dan lainnya, menjadi dasar keyakinan akan Tritunggal dalam Kristen. Meskipun Alkitab mengajarkan keesaan Tuhan yang satu, konsep Tritunggal memandang bahwa satu Tuhan itu mengekspresikan diri dalam tiga pribadi yang berbeda namun tetap satu dalam esensi ilahi.

Pemahaman konsep ini sering kali menjadi titik perdebatan dan interpretasi yang berbeda di antara berbagai denominasi Kristen dan agama lainnya. Beberapa denominasi Kristen memandang Tritunggal sebagai kepercayaan yang mendasar, sementara yang lain mungkin memiliki interpretasi yang berbeda mengenai konsep ini.

Tiga Aspek Konsep Tauhid dalam Islam

Ada tiga aspek utama dari konsep tauhid dalam Islam:

  1. Tauhid Rububiyyah: Merupakan pengakuan akan keesaan dalam penciptaan, kepemilikan, dan pengaturan alam semesta oleh Allah. Ini menunjukkan keyakinan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan penuh atas segala sesuatu, menciptakan alam semesta, dan mengatur seluruh makhluk.
  2. Tauhid Uluhiyyah (Ibadah): Mengacu pada keesaan dalam penyembahan atau pengabdian kepada Allah semata. Manusia diperintahkan untuk menyembah Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun atau siapapun. Ini termasuk melakukan ibadah, doa, dan pengabdian semata kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan makhluk atau benda lain.
  3. Tauhid Asma’ wa Sifat: Merupakan keyakinan akan sifat-sifat dan nama-nama Allah yang bersifat mutlak dan unik. Allah memiliki sifat-sifat yang sempurna, tidak ada yang menyerupai-Nya, dan tidak ada cacat atau kekurangan dalam sifat-sifat-Nya. Ini termasuk sifat-sifat seperti kekuasaan, pengetahuan, kebijaksanaan, dan kasih sayang yang hanya dimiliki oleh Allah.
Terkait  Sistem Kalender Lunar Selain Hijriah

Tauhid merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam dan menjadi prinsip sentral dalam kehidupan seorang Muslim. Keesaan Tuhan ini ditegaskan secara konsisten dalam Al-Qur’an dan merupakan fokus utama dalam ibadah, keyakinan, dan perilaku umat Islam.

Penting untuk dicatat bahwa persamaan dan perbedaan antara konsep tauhid dalam Islam dan keyakinan tentang Tuhan dalam Bible sering menjadi subjek interpretasi yang beragam di antara pemeluk keyakinan masing-masing. Banyak faktor seperti konteks sejarah, penafsiran teks-teks suci, dan tradisi-tradisi budaya juga mempengaruhi pemahaman tentang konsep-konsep ini.