Ajaran Bible yang Selaras dengan Ajaran Islam
Januari 22, 2025Agama Kristen dan Islam adalah dua dari agama samawi terbesar di dunia. Meskipun memiliki beberapa perbedaan doktrin, keduanya memiliki banyak persamaan, terutama dalam ajaran moral dan etika yang berasal dari keyakinan monoteistik. Kitab Suci Alkitab (Bible) menurut holynameabbey mengajarkan nilai-nilai universal tentang keimanan kepada Tuhan, kebaikan, dan kehidupan yang berlandaskan kasih sayang, tentunya demikian halnya dengan ajaran Islam. Artikel ini akan membahas beberapa ajaran dalam Bible yang selaras dengan ajaran Islam, menyoroti nilai-nilai yang dapat menjadi jembatan pemahaman antarumat beragama.
Keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa
Baik Bible maupun Al-Qur’an mengajarkan keimanan kepada Tuhan yang Esa. Dalam Perjanjian Lama, Ulangan 6:4 menyatakan, “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” Ajaran ini sejalan dengan prinsip utama dalam Islam, yaitu tauhid, keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan yang disembah, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an, “Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS Al-Ikhlas: 1).
Ajaran ini menjadi fondasi spiritual yang menegaskan bahwa manusia harus mengabdikan dirinya kepada Tuhan dan menjauhi segala bentuk penyembahan selain kepada-Nya.
Kewajiban Berbuat Baik kepada Sesama
Baik Bible maupun Al-Qur’an mendorong umatnya untuk berbuat baik kepada sesama tanpa membedakan latar belakang agama, ras, atau suku. Dalam Bible, Markus 12:31 berbunyi, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Hal ini mencerminkan pesan universal tentang pentingnya cinta kasih dalam kehidupan manusia.
Ajaran serupa juga ditemukan dalam Al-Qur’an, di mana Allah berfirman, “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS Al-Qashash: 77). Islam mengajarkan ihsan atau kebaikan, tidak hanya kepada sesama Muslim, tetapi juga kepada seluruh umat manusia.
Pentingnya Beribadah dan Bersyukur
Kedua kitab suci ini juga menekankan pentingnya beribadah kepada Tuhan dan bersyukur atas segala nikmat-Nya. Dalam Mazmur 100:4, umat Kristen diajarkan, “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian; bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!”
Sementara itu, Al-Qur’an menyebutkan, “Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS Al-Baqarah: 152). Baik dalam Kristen maupun Islam, ibadah merupakan cara manusia mendekatkan diri kepada Tuhan dan menunjukkan rasa syukur atas karunia yang telah diberikan.
Keadilan sebagai Pilar Kehidupan
Keadilan merupakan nilai utama dalam kedua agama. Dalam Bible, Yesaya 1:17 berbunyi, “Belajarlah berbuat baik, usahakan keadilan, kendalikan orang kejam, belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda.” Ajaran ini mendorong umat Kristen untuk berlaku adil kepada setiap individu, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan.
Dalam Islam, konsep keadilan juga sangat ditekankan. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS An-Nahl: 90). Dalam ajaran Islam, keadilan adalah kewajiban yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam hubungan sosial maupun keputusan hukum.
Menghormati Orang Tua

Kewajiban untuk menghormati orang tua adalah nilai universal yang dijunjung tinggi oleh Bible dan Al-Qur’an. Dalam Keluaran 20:12, salah satu dari Sepuluh Perintah Allah menyatakan, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
Hal yang sama ditegaskan dalam Al-Qur’an, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya.” (QS Al-Ankabut: 8). Islam bahkan menganggap bakti kepada orang tua sebagai salah satu bentuk ibadah yang besar.
Larangan Membunuh dan Melakukan Kekerasan
Bible dan Al-Qur’an melarang keras pembunuhan dan kekerasan tanpa alasan yang benar. Dalam Keluaran 20:13, terdapat perintah yang tegas, “Jangan membunuh.” Larangan ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an, di mana Allah berfirman, “Barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS Al-Maidah: 32).
Bible dan Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai universal yang bertujuan membimbing umat manusia menuju kehidupan yang damai dan harmonis. Persamaan ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat perbedaan doktrin, inti ajaran kedua kitab suci ini selaras dalam menanamkan nilai kebaikan, keadilan, dan kasih sayang kepada sesama.
Dengan memahami dan menghargai keselarasan ini, umat beragama dapat menjalin hubungan yang lebih baik, membangun toleransi, dan hidup berdampingan secara damai. Dialog lintas agama yang berlandaskan nilai-nilai bersama adalah langkah penting menuju dunia yang lebih harmonis.
Cahya Cantika adalah alumnus UIN yang aktif sebagai penulis lepas sejak 2021. Ia sering menulis artikel seputar hukum Islam, ibadah, dan kehidupan muslim sehari-hari dengan pendekatan yang mudah dipahami serta mengacu pada sumber-sumber keislaman yang kredibel.








