Membedakan Arab dan Islam. Apa Saja?

Membedakan Arab dan Islam. Apa Saja?

Desember 9, 2022 0 By Yuliarti Selli

Masih banyak yang belum tahu, perbdaan secara spesifik antara Islam dengan Arab. Banyak yang masih menyamakan, bahkan beranggapan bahwa Islam yang sebenarnya, Islam yang ajarannya sama, bagus terpatok pada negara Arab. Padahal Arab bukan berarti panutan utama dalam agama Islam.

Setiap negara memiliki budaya dan geografis masing-masing, sehingga wajar terjadi pola yang berbeda setiap negara, termasuk memahami maupun mengaplikasikan agama yang ada, termasuk Islam. Lebih tepatnya, Nabi Muhammad perawakannya seperti orang Timur Tengah, jadi tak mempengaruhi ajaran.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja yuk!

Bedakan Islam sendiri dengan Ranah Negara

Jangan beranggapan bahwa, setiap negara sama dalam hal pengaplikasian, dan jika dilihat secara tafsir, setiap negara, bahkan setiap orang memiliki pendapat sendiri mengenai ajaran yang ia anut. Termasuk Islam, yang memiliki mazhab dan pengaruh-pengaruh lain dari kondisi sosial yang ada.

Catatan panjang akan Islam, cukup banyak di sini (Indonesia). Mulai dari masa masuknya hingga sampai sekarang berjalan menjadi agama mayoritas warga Indonesia. Pro kontra pasti pernah terjadi dalam berkembangnya Islam sampai saat ini, begitu juga dengan negara lain yang ada.

Semua itu, pasti dipengaruhi oleh keadaan-keadaan tertentu dalam suatu negara. Sehingga tidak mungkin bisa disamakan dengan negara lain secara 100%. Kadang, dengan adanya peristiwa negatif yang mengatasnamakan Islam, membuat semua penganut Islam dapat efek negatifnya.

Bedakan, Arab dengan Islam

Secara fisik, mungkin lebih syar’i Arab dalam berpakaian, tetapi tahu tidak? itu semua dipengaruhi oleh ajaran Islam di sana, dan budaya, geografis yang ada, sehingga memungkinkan mereka pakai baju yang tertutup dan sopan di semua agama.

Sampai stigma muncul gara-gara peristiwa tak mengenakkan di negara lain membuat Islam dianggap Arab, atau bernama negara tersebut. Diskriminatif antara penganut Islam dengan negara lain terlihat nyata dan jelas. Muncul stigma negatif terhadap Islam.

Ketahui, bahwa budaya Arab, tidak sepenuhnya benar, dan kadang ada yang melanggar aturan agama Islam. Jadi, jangan semua digeneralisasikan bahwa semua umat muslim yang ada adalah merugikan dan pahamnya sama (ajarannya sama).

Arab tidak harus Islam

Ini sambungan penjelasan sebelumnya, bahwa tidak semua masyarakat dalam Arab memiliki agama Islam, walaupun dalam cara berpakaiannya diseragamkan, pengaruh lingkungan juga bisa jadi, yang membuat mereka menggunakan penutup kepala agar tidak mendapatkan panas secara langsung.

Islam adalah Arab adalah salah, harus diluruskan dan itu tidak benar adanya, dilihat dulu konteksnya apa. Saat unsur lokal dari Arab tidak dipakai oleh penganut Islam lainnya, dianggap sedang melakukan penyimpangan agama. Padahal dilihat dulu konteksnya dan mazhabnya.

Arab sendiri, hanya sebagai tempat wasilah agama Islam pertama kali sebagai pamungkas dan Al-Qur’an diturunkan di sana menggunakan bahasa Arab sampai sekarang. Unsur lokal yang tidak sesuai dengan Arab dengan mudah dituding sebagai penyimpangan. Padahal itu salah.

Bangsa Arab, sudah tersebar dari Zaman Dulu

Bangsa Arab dalam mendakwahnya sudah sampai ke Indonesia, mulai dari zaman dulu, menggunakan berbagai cara dalam mengenalkan Islam di nusantara. Hal itu, membuat nampaknya Arab menjadi pedoman atau anutan bagi orang-orang tertentu yang masuk Islam.

Sedangkan Indonesia, tahu sendiri sebelum Islam masuk sudah ada pengaruh luar negara yang mengenalkan agama Hindu Budha, jadi tidak terpatok pada ajaran Arab secara murni. Secara agama, Islam dan kitabnya mampu beradaptasi dan memberikan solusi akan perkembangan zaman yang ada.

Jadi, diingat lagi, bahwa Islam bukanlah Arab, melainkan hanya negara biasa yang memiliki ajaran dan mazhab yang berbeda, disesuaikan dengan kondisi negara yang ada. Walaupun secara historis berpengaruh penuh, dan Al-Quran juga ada disana, bukan berarti ajarannya berpatok penuh.

Jadi, sudah tahu kan perbedaan Arab dengan Islam?