Budaya Arab yang Bertentangan dengan Islam. Simak Berikut Ini!

Budaya Arab yang Bertentangan dengan Islam. Simak Berikut Ini!

Desember 12, 2022 0 By Yuliarti Selli

Banyak yang masih salah, bahwa Islam patokannya berada di negara Arab. Padahal, Arab sendiri dalam pengaplikasian agamanya belum tentu benar. Banyak budaya Arab yang masih bertentangan dengan ajaran Islam, karena dipengaruhi budaya, lingkungan, dan orang yang ada.

Sejarah memang mengatakan bahwa Arab, memiliki andil yang penting dalam penyebaran Islam yang pertama dan kitab yang ada, tetapi bukan berarti dalam pengaplikasiannya semua benar. Karena ada penerimaan agama setiap individu yang didasarkan pada versi mereka.

Perbedaan Kebudayaan Islam dengan Kebudayaan Arab

Hal ini tidak dapat disangkal, karena kebudayaan Islam yang ada berpatok pada ajaran yang ada dan kitab Allah, Al-Qur’an. Peradaban Arab saja, kita ketahui sebelum Islam muncul bernama masa Jahiliyah. Sehingga, budaya Arab sendiri sampai sekarang pasti ada salahnya, dan tidak 100% berpatok Islam.

Arab dan Islam, memiliki budaya sendiri-sendiri. Kalau budaya Arab dipengaruhi oleh orang yang ada, maka hakikatnya kebudayaan Islam, dipengaruhi oleh kitab Allah, yang ajarannya langsung dari Allah, tanpa pengaruh manusia apapun. Untuk pengaplikasiannya, tergantung orang masing-masing.

Peradaban tinggi dari Arab, masuk pada zaman menjelang masuknya Islam, yang mana muncul kebudayaan yang memiliki persamaan-persamaan umum dalam sifat ke-Arab-an di beberapa negara vazal, terutama negara vazal Ghassaniyah.

Kebudayaan Lokal yang Ada

Kebudayaan lokal yang ada, dengan cepat menyebar di seluruh jazirah Arabia, terutama di kalangan suku-suku yang berdiam di sebelah utara maupun di pantai barat (wilayah Hijaz dan Tihamah). Sebagai contoh, ada kota Makkah, yang terdapat batu pemujaan yang mana lebih ke syirik dan musyrik.

Hal itu bertentangan dengan kebudayaan Islam yang ada, yang melaksanakan haji, dengan salah satunya mengelilingi Ka’bah dan mendoakannya. Dunia artis juga masih jalan di negara Arab, beserta pro kontranya. Sama seperti Indonesia.

Jadi, jangan harap jika kebudayaan Islam gampang diaplikasikan semua khalayak di semua negara. Pasti banyak cobaan, gangguan yang ada, untuk tetap menegakkan Islam yang ada. Pasar-pasar dagang masih ada yang bertentangan dengan Islam, dan itulah kenyataan.

Kebudayaan Islam membawa Orientasi Baru dalam Bangsa Arab

Datangnya Islam ke wilayah Arab, pasti membawa perubahan bagi sebagian peradaban yang ada. Cabang kesenian yang sebelumnya dibolehkan di masa Jahiliyah, sekarang dilarang dan disesuaikan dengan ajaran Islam yang ada.

Orientasi baru ini, pasti berpengaruh pada kebudayaan Arab yang ada. Seni rupa yang diperkenankan, bisa saja kaligrafi, dan musik Islami. Walaupun begitu, masih ada aturan yang lain jika lukisan atau karya seni rupa itu layak secara Islam, dengan melihat ketentuan-ketentuan yang ada.

Dalam karya sastra seperti, puisi juga mengalami perubahan disesuaikan dengan aturan Islam yang ada, walaupun tidak semuanya berlaku karena perkembangan zaman dan orangnya. Tema percintaan juga masih ada dibahas disini, walaupun ada yang kaidah Islam maupun menentang ajaran Islam yang ada.

Perbuatan Asusila dan Senonoh

Jangan dianggap, bahwa di negara Arab terhindar dari hal ini, malahan masih sama dengan negara-negara Islam lainnya, yang dilakukan oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab dan keluar dari ajaran Islam yang ada.

Enaknya di perkembangan zaman yang ada Islam-nya kali ini, Arab tidak gampang menerima orang yang sedang bermabuk-mabukan maupun berjudi. Walaupun dalam memberantasnya perlu yang namanya usaha dan tidak 100% langsung selesai.

Dari zaman Jahiliyah yang sudah membodohi manusia, maka bangsa Arab bisa berkaca dalam mengambil nilai-nilai dan menerapkan kebijakan Islam, yang dirasa memang benar dan patut dipertahankan. Ini menjadi stimulasi dalam kebudayaan baru Arab.

Aplikasi tidak Se-perfect Ajaran yang Diturunkan

Perlu diketahui, bahwa ajaran Islam yang ada di bangsa Arab, tidak sepenuhnya bisa diaplikasikan untuk khalayak ramai. Terdapat bahasa Arab klasik sampai modern yang mana mampu menyeimbangi peradaban yang ada, selama Islam tidak dinomorduakan atau dominan di sana.

Mazhab dan ajaran yang ada, masih belum bisa diaplikasikan oleh orang Arab secara keseluruhan. Positifnya Islam masuk ke bangsa Arab, banyak penyegaran-penyegaran maupun inovasi yang ada mengenai Islam itu sendiri, yang disesuikan dengan budaya di sana, selama positif.

Itulah budaya Arab yang dirasa, masih bertentangan dengan ajaran Islam yang ada. Pastikan, kita sebagai umat manusia terus belajar dan belajar dalam menempa ilmu.