Sejarah Penggunaan Simbol Bulan Bintang dalam Pandangan Islam

Sejarah Penggunaan Simbol Bulan Bintang dalam Pandangan Islam

Januari 6, 2023 0 By Yuliarti Selli

Dalam sejarah Islam, tidak pernah ada keterkaitan dengan simbol apapun, termasuk simbol bulan bintang. Simbol bulan bintang, pertama dikenalkan pada masa Kesultanan Turki Utsmani sekitar abad ke-10 (923-1342 H/1517-1923 M).

Simbol tersebut, sebagai simbol resmi kesultanan dan dijadikan awal tujuan dalam berpolitik. Jadi tidak ada hubungan dengan ajaran agama. Pada prinsipnya, agama Islam tidak menggunakan simbol-simbol dalam ajarannya. Dibuktikan, para mualaf Arab pertama tidak membawa lencana atau panji-panji.

Untuk ulasan selanjutnya, simak berikut ini!

Simbol Bulan Bintang, Dipopulerkan Turki Utsmani

Bulan sabit dan bintang, dianggap sebagai kemuliaan Islam, padahal hal tersebut tidak bisa disangkutpautkan. Dua benda antariksa ini, sampai sekarang dijadikan dekorasi kubah masjid serta bendera-bendera negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam.

Kita bisa lihat dalam negara Turki, Malaysia, Pakistan, dan masih banyak lagi. Pada masa awal Islam, tidak ada simbol tertentu. Dan pada masa Nabi Muhammad, pasukan Islam saat berperang lebih menggunakan bendera sederhana dengan warna hitam, hijau, atau putih.

Secara makna, bulan dan bintang memiliki makna yang religius. Hal tersebut, bisa mulai diketahui sebelum masa Islam muncul. Bisa kita contoh pada pembabakan Islam, yang masuk pra sejarah sudah mengenal yang namanya bintang dan bulan.

Penggunaan Simbol

Simbol ini, digunakan oleh para masyarakat di Asia Tengah, dan Siberia, yang mana menyembah dewa matahari, bulan, dan langit. Melansir The Indian Express, kekaisaran Bizantium juga diyakini menggunakan simbol tersebut, sebagai kebesaran mereka.

Setelah Turki Utsmani merebut ibu kota Bizantium (Konstantinopel), Sultan Muhammad II kemudian mengadopsi simbol tersebut menjadi bendera Turki Utsmani. Dalam versi lain, ada yang mengatakan bahwa orang-orang Turki telah menggunakan lambang tersebut lebih dari satu abad sebelumnya.

Bisa dibilang, pada masa pemerintahan Sultan Orhan. Ratusan tahun, Kekaisaran Utsmani menguasai dunia Islam. Sehingga, bisa dipahami bahwa mengapa 2 simbol diatas, mampu dikaitkan dengan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Perlu Diingat

Simbol di atas, tidak disebutkan dalam Al-Qur’an dan Rasulullah SAW tidak juga menggunakan simbol ini. Umat muslim, percaya bahwa 2 simbol ini, merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT dan salah satu tanda kebesaran milik Allah. Semua itu, tercantum dalam surat Yunus ayat 5 yang berisikan:

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

Allah SWT menciptakan benda langit seperti bulan dan bintang untuk kemaslahatan umat manusia, dan hal ini, dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 189 yang berbunyi:

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Lambang yang Cukup Populer di Kalangan Umat Islam

Lambang ini, cukup populer, mengingat jejaknya di zaman dahulu yang cukup kompleks. Selain itu, lambang ini melekat di hati umat Islam, mulai dari ujung Barat Maroko, hingga ujung Timur Marauke. Lambang ini, pernah dimiliki oleh umat Islam secara bersama.

Sehingga, tak jarang yang menganggap, bahwa lambang ini adalah resmi milik umat Islam bagi yang belum tahu. Hampir semua kubah masjid di berbagai belahan dunia punya lambang ini dan itu adalah suatu kebudayaan yang cukup populer dan merajalela ke berbagai negara.

Banyak institusi umat Islam juga, yang memakai lambang ini, misalnya Masyumi di masa lalu. Bahkan di zaman reformasi Indonesia, muncul Partai Bulan Bintang yang lambangnya bulan bintang. Jadi, semua yang berkaitan dengan sejarah Islam, berpengaruh hingga sekarang.

Jadi, itulah penjelasan mengenai, bagaimana keterkaitan antara penggunaan simbol bulan bintang bagi Islam. Dan jawabannya tidak ada, hanya saja selama perkembangan agama Islam muncul, ada beberapa negara yang menggunakan simbol tersebut untuk aspek lain.

Jadi, tidak ada kaitannya dengan ajaran yang ada.