Sholawat Nabi Ma’tsuroh dan Ghairu Ma’tsuroh

Sholawat Nabi Ma’tsuroh dan Ghairu Ma’tsuroh

Agustus 3, 2023 0 By Yuliarti Selli

Sholawat, menjadi wujud, kalau kita cinta kepada nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Untuk muslim, bisa membaca sholawat nabi, yang mana memiliki beberapa macam. Sholawat, menjadi pujian dan doa yang bernilai pahala bagi yang melakukannya. Sekaligus ibadah.

Sholawat, juga diperintahkan kepada para malaikat, hal ini tercatat pada surat Al-Ahzab ayat 56, dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ ‘alaihi wa sallimụ taslīma”.

Sholawat untuk para Malaikat

Lanjutan dari penjelasan di atas, bahwa malaikat juga disuruh oleh Allah, untuk bersholawat ke Nabi Muhammad. Dari ayat di atas, artinya adalah “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al Ahzab :56).

Sholawat nabi, menjadi doa bagi yang membacanya, dengan tujuan agar diberi rahmat oleh Allah. Sholawat nabi, dari malaikat, dianggap sebagai memohon ampunan (istighfar). Sholwat nabi, bisa dilafalkan kapanpun, dan dimanapun, sebagai amalan sehari-hari.

Sholawat, menjadi amalan baik, bagi umat manusia, sebagai muslim, yang akan menghadap ke Gusti Allah. Bisa melakukannya di perjalanan, hingga menjelang tidur, sangat nikmat dan khusyuk. Secara umu, sholawat nabi, terbagi menjadi dua jenis, yaitu sholawat ma’tsuroh dan ghairu ma’tsuroh.

Keutamaan Sholawat Ma’tsuroh

Sholawat ma’tsuroh, menjadi sholawat dari Allah yang memiliki keutamaan, dimana ditujukan kepada Rasulullah SAW. Contoh bacaannya adalah,

اَللَّــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِى الْأُمِّـى وَعَــلـٰى أَلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسِلِّـمْ

Bahasa Latin: “Allahumma shalli alaa Muhammadinin ‘abdika wa rosulika nabiyyil ummi wa’alaa aalihii wa sallim.”

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, hambaMu, nabiMu, dan utusanMu yang ummi serta limpahkan pada keluarganya dan sahabatnya, juga limpahkan salam atas mereka.”

Terkait  Perbedaan Mahzab Syafi'i dan Hanafi

Sholawat Ghairu Ma’tsuroh

Sholawat ini, penyusunnya adalah dari sahabat nabi, tabi’in, alliyak, para ulama, dan orang-orang shaleh (berilmu dan bertakwa). Terdapat, contoh sholawat nabi ghairu ma’tsuroh, seperti sholawat Munjiyat dari Syekh Abdul Qadir al-Jaelani dan sholawat Al Fatih dari Syekh Ahmad al-Tijami.

Bacaan sholawat Al Fatih:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

Bacaan latin: Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa wan naashiril haqqa bilhaqqi, wal haadii ilaa shiraathikal mustaqiimi, shallaallaahu ‘alaihi wa ‘alaa aalihi wa ash haabihi haqqa qadrihi wa miqdaarihil ‘adziimi

Artinya: “Ya Allah, curahkanlah rahmat takzim, salam sejahtera serta keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, sebagai pembuka sesuatu yang terkunci (tertutup) dan penutup sesuatu (para utusan) yang terdahulu. Dialah penolong kebenaran dengan kebenaran dan pemberi petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan (memberikan) sholawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya dengan kekuasaan dan ukuran Allah Yang Mahaagung.”

Bacaan Sholawat Nabi Pendek

Bacaan sholawat nabi pendek atau yang umum dilafalkan selain pada salat yaitu,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Bacaan latin: Alahumma salli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama sallaita ‘ala Ibrahima wa barik ‘ala Muhammad kama barakta ‘ala ali Ibrahim fil-‘alamin, innaka hamidun majid

Artinya: “Ya Allah SWT, kirimlah sholawat pada Muhammad dan keluarganya seperti Engkau mengirim sholawat pada keluarga Ibrahim, dan kirimlah berkah pada Muhammad dan keluarganya seperti engkau mengirim berkah pada keluarga Ibrahim di antara yang lain. Ya Allah segala puji sesungguhnya hanya milik Engkau, Tuhanku yang Maha Mulia.” (HR An-Nasa’i).

Terkait  Menjaga Bau Mulut saat Puasa, Bagaimana Caranya?

Itulah, sholawat nabi Ma’tsuroh dan Ghairu Ma’tsuroh, semoga bermanfaat!