Sistem Kalender Lunar Selain Hijriah

Sistem Kalender Lunar Selain Hijriah

September 4, 2023 0 By cahaya

Sistem penanggalan berbasis lunar kalender atau revolusi bulan mengelilingi bumi bagi umat muslim dikenal dengan kalender Hijriah. Kalender Hijriyah dimulai pada tahun 622 Masehi, yaitu tahun Hijrah (hijrah artinya “migrasi”) Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa Hijrah ini memiliki signifikansi besar dalam sejarah Islam dan dianggap sebagai titik awal dalam penggunaan penanggalan Hijriyah.

Penanggalan Hijriyah adalah kalender lunar yang terdiri dari 12 bulan berdasarkan pergerakan bulan sabit. Tahun Hijriyah berisi sekitar 354 atau 355 hari, yang lebih pendek daripada tahun matahari. Tahun dalam kalender Hijriyah dihitung berdasarkan perhitungan bulan sabit dan pengamatan hilal.

Namun selain kalender Hijriah ada juga beberapa sistem penanggalan yang menggunakan peredaran bulan sebagai kalender utama mereka. Lalu sistem kalender apa saja yang dikenal?

Sistem Kalender Lunar Selain Hijriah

Sistem kalender lunar digunakan dalam banyak budaya dan agama, termasuk Islam, Yahudi, dan beberapa sistem penanggalan tradisional lainnya. Berikut adalah beberapa sistem penanggalan lunar yang paling terkenal

Kalender Jawa

Sistem penanggalan Jawa adalah sistem penanggalan tradisional yang digunakan di Jawa, Indonesia. Ini adalah sistem penanggalan luni-solar yang berdasarkan pada pergerakan bulan dan matahari. Tahun dalam penanggalan Jawa juga disebut Taun.

Tahun Jawa memiliki sistem penomoran yang berbeda dari penanggalan Hijriyah atau Gregorian. Beberapa sistem penomoran tahun Jawa termasuk Tahun Saka (berdasarkan tahun Saka) dan Tahun Jawa Weton (berdasarkan pencocokan kelahiran seseorang dengan beberapa aspek kalender).

Penanggalan Yahudi (Ibrani)

Penanggalan Ibrani didasarkan pada perhitungan bulan lunar, mirip dengan penanggalan Islam. Tahun Ibrani terdiri dari 12 bulan, dengan bulan adar yang diulang pada tahun kabisat. Namun, tahun Ibrani biasanya memiliki 354 atau 385 hari, tergantung pada jenisnya.

Terkait  Budaya Arab yang Bertentangan dengan Islam. Simak Berikut Ini!

Penanggalan Hindu (Luni-solar)

Di India dan negara-negara dengan pengaruh agama Hindu, penanggalan luni-solar umumnya digunakan. Ini adalah kombinasi antara perhitungan bulan lunar dan matahari. Tahun luni-solar biasanya memiliki sekitar 354 hari, tetapi penyisipan bulan ekstra (adika masa) dilakukan secara periodik untuk menjaga agar kalender sesuai dengan musim matahari.

Penanggalan Cina (Luni-solar)

Penanggalan tradisional Cina juga menggunakan sistem luni-solar. Tahun Cina terdiri dari 12 bulan dengan setidaknya 29 hari, dan bulan interkalesi dapat disisipkan jika diperlukan untuk menjaga kesesuaian dengan tahun matahari.

Setiap bulan dalam Kalender Tiongkok memiliki nama khusus yang sering kali berkaitan dengan cuaca, fenomena alam, atau tradisi budaya. Misalnya, bulan pertama disebut “Chun yue” (bulan musim semi), dan bulan kedelapan disebut “Ba yue” (bulan delapan).

Penanggalan Bahá’í (Luni-solar)

Agama Bahá’í menggunakan penanggalan luni-solar yang terdiri dari 19 bulan yang masing-masing terdiri dari 19 hari. Tahun Bahá’í memiliki 19 bulan dengan empat atau lima hari tambahan pada akhir tahun untuk mencapai total 365 atau 366 hari.

Setiap sistem penanggalan lunar ini memiliki perbedaan dalam cara mereka mengatur bulan-bulan dan menyinkronkannya dengan tahun matahari. Mereka digunakan dalam tradisi keagamaan, budaya, dan sosial yang berbeda di seluruh dunia.