Seluk Beluk Mengenai Kalender Qomariah. Ada Apa Saja?

Seluk Beluk Mengenai Kalender Qomariah. Ada Apa Saja?

Oktober 21, 2022 0 By Yuliarti Selli

Kalender Qomariyah, menjadi salah satu patokan tanggal bagi orang Islam. Kalender qomariyah, dalam penentuan harinya, didasarkan pada perputaran bulan (qamariyah), ditandai dengan adanya bulan sabit (hilal), biasanya diterapkan dalam Islam sebagai patokan waktu bagi kaum Muslimin.

Misalnya waktu zakat, puasa Ramadan, haji, masa idah perempuan, dan sebagainya. Kalender Qomariyah, dalam satu tahunnya terdiri dari 12 bulan, dengan 1 bulan ada 29,5306 hari. Satu tahun ada 354 hari, lebih 8 jam dan 48 menit, 34 detik atau 354,3672 hari.

Apa Itu Kalender Qomariyah (Hijriyah)?

Salah satu sistem penanggalan yang dipakai masyarakat Indonesia, adalah Hijriyah, yang dihitung berdasarkan peredaran bulan atau lunar (qomariyah). Terdapat kalender Syamsiyah, Masehi, maupun Saka, yang mana memiliki pedoman masing-masing dalam perhitungannya.

Kalender ini, dipakai oleh umat Islam, dan dianggap akurat, karena perhitungannya juga didasarkan pada tahun Islam. Latar belakang nama kalender ini, dimulai saat Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah, pada tahun 622 Masehi.

Cara Menentukan Bulan Hijriyah

Penentuan tanggal 1 Hijriyah, sekitar 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW atau 17 tahun setelah beliau hijrah (masa pemerintahan Umar bin Khattab). Sistem perhitungan dalam kalender tersebut, sudah ada sejak zaman sebelum Islam. Sistem ini direvisi di tahun ke-9 setelah Nabi Muhammad hijrah.

Revisi dilakukan, saat turun wahyu dari Allah SWT, yaitu Surah At- Taubah, ayat ke- 36-37 yang melarang penambahan hari atau interkalasi pada sistem penanggalan. Bulan-bulan dalam kalender hijriyah, diantaranya:

1. Muharram

Pada bulan ini, diharamkan atau tidak diperbolehkan. Dalam artian dilihat dari sejarah Islam yang lalu (perang yang kelam atau dilarang).

2. Safar

Bulan ini, ditandai dengan adanya para pemuda yang sedang melakukan perjalanan dengan secara senggang atau merantau di satu bulan ini pada masa Rasulullah. Jadi memang digunakan untuk berjihad.

Terkait  Hal yang Membatalkan Wudhu, Apa Saja?

3. Maulud (Rabiul Awwal)

Bulan ini ditandai dengan pulangnya pemuda dari perantauan sebelumnya, ke kampung halaman. Jadi setelah berjihad atau mencari ilmu, mereka kembali dan di bulan inilah Nabi Muhammad lahir.

4. Rabiul Akhir

Arti dari Rabi’ul Akhir adalah beternak atau mengembala unta maupun domba. Semua itu dilakukan oleh para pemuda yang baru pulang dari perantauan.

5. Jumadil Awwal

Bulan ini memiliki arti dimulainya musim kering atau lahan akan kekeringan sehingga sulit untuk bercocok tanam. Anggap saja, musim panas terjadi disini.

6. Jumadil Akhir

Dianggap sebagai bulan baru dari bulan-bulan sebelumnya yang penuh dengan masa-masa sulit. Jumadil akhir bisa menjadi awalan yang bagus dalam melakukan suatu hal.

7. Rajab

Bulan ini adalah bulan yang istimewa dengan tepatnya terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj. Tahu kan, peristiwa Isra’ Mi’raj membawa dampak yang bagus bagi para umat Islam mengenai perintah sholat.

8. Sya’ban

Pada bulan ini, masyarakat terbagi menjadi beberapa kelompok, yang mana berguna dalam mempertahankan diri.

9. Ramadhan

Bulan ini, diwajibkan seluruh umat Islam untuk menunaikan puasa dan mengamalkan zakat, dengan satu hari penuh menahan hawa nafsu.

10. Syawal

Anggap saja sebagai bulan penuh kemenangan. Di bulan Syawal, umat Islam diharapkan bisa meningkatkan ibadah dana mal sholeh kepada Allah.

11. Dzulko’dah

Anggap saja, bulan ini sebagai masa istirahat setelah adanya perayaan besar. Hal tersebut dilakukan setelah bulan Syawal. Di bulan ini, umat Islam dilarang untuk memulai perang.

12. Dzulhijjah

Bulan Dzulhijah merupakan salah satu bulan istimewa, yang mana umat Islam diperintahkan untuk menyembelih qurban dan menunaikan ibadah haji. Bulan ini termasuk bulan yang dimuliakan.

Terkait  Urutan Bulan Hijriah dalam Islam, Diantaranya?

Spesifikasi Mengenai Sistem Penanggalan Hijriyah

Tanggal setiap bulan di setiap tahun pasti berbeda, karena mengikuti pergantian bulan baru, dengan patokan munculnya hilal atau tidak. Kalender ini, dianggap lebih cepat dari kalender Masehi, yang umum digunakan orang kebanyakan.

Pada kalender Hijriyah, penentuan tanggal atau hari dimulai dari matahari terbenam, dan berakhir pada matahari terbenam di malam selanjutnya. Ini berbda, dengan kalender Masehi, yang mana penentuan hari baru didasarkan pada pukul 00.00.

Itulah penjelasan mengenai kalender qomariyah, jika dilihat dari sisi arti, sistem penanggalan, hingga perbedaannya dari sistem penanggalan yang lain. Semoga beruntung.