Cara Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar

Cara Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar

Agustus 21, 2023 0 By Yuliarti Selli

Membaca Al-Qur’an, menjadi hal yang penting dalam Islam, apalagi rutin dibaca setiap hari. Membaca Al-Qur’an, secara tidak sengaja akan membawa kita pada kebaikan, entah perubahan perilaku maupun akhlak diri.

Dalam membaca Al-Qur’an juga tidak asal-asalan, karena perlu kesempurnaan dan kecepatan yang cepat, menurut para ulama. Kita juga dituntut untuk memperbagus bacaan dengan suara yang merdu.
Baiklah, kita akan belajar bagaimana cara membaca Al-Qur’an yang benar.

1. Kenalilah Huruf Hijaiyah

Huruf hijaiyah, menjadi huruf dalam Al-Qur’an, yang mana perlu kita pelajari terlebih dahulu sebelum kita fasih membacanya. Huruf ini, berbahasa Arab, dengan pelafalan yang berbeda. Jadi kita perlu belajar untuk per hurufnya.

Huruf Hijaiyah perlu dieja, dengan cara yang tepat dan ada 29 huruf yang perlu dieja dengan benar, diantaranya:
Alif, ba’, ta’, tsa’, jim’, kha’, kho’, dal’, dzal’, ro’, za’, sin, syin, shod, dhod, tho’, zho, ‘ain, ghoin, fa, qof, kaf, lam, mim, nun, wawu, ha, lam alif, hamzah, dan ya’.

2. Mengenal Tanda Baca

Begitu juga dengam huruf Hiajiyah, kita juga perlu mengenal tanda baca. Anggap saja, ini adalah tahap ke-2 dari cara membaca Al-Qur’an. Tanda baca huruf ini, seperti huruf vokal dalam abjad “A I U E O”.

Tanda baca, dalam bahasa Arab, disebut sebagai harakat. Fungsi dari harakat, adalah untuk menentukan pengucapan kata dan kalimat dalam Al-Qur’an. Tanda baca dalam Al-Qur’an meliputi:.”Fathah, Kasrah, Dammah, dan Sukun”.

3. Mengenal Tajwid

Tajwid, adalah suatu ilmu yang mana berisikan tentang tata cara dalam membunyikan huruf dan kalimat Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ilmu ini, memiliki rumus-rumus dalam pengucaan ayat Al-Qur’an.

Setiap rumus bacaan, memiliki cara dalam pengucapan huruf hijaiyah masing-masing, seperti mendengung, samar, atau dibaca dengan jelas. Jadi bacaannya nanti seperti grammar dalam bahasa Inggris.

4. Bersungguh-sungguh dan Rajin

Disini, kita setidaknya harus serius dan niat dalam membaca Al-Qur’an. Dimana kita harus bersungguh-sungguh dan rajin, konsisten agar cepat bisa. Semakin sering membaca Al-Qur’an, maka kita akan fasih cara-cara di atas.

Salah pengucapan dalam Al-Qur’an, maka dosa jika tidak dibenarkan, dan artinya kadang juga berbeda, sehingga salah penafsiran. Perlu adanya orang yang ahli atau kompeten dalam membaca ini, untuk menyimak bacaan kita.

5. Memahami Isyarat Harakat

Kita, harus memahami isyarat dari harakat itu sendiri. Untuk mendapatkan bacaan yang baik dan

benar, kita perlu memahami isyarat tanda bacanya. Misal, Mad ‘arid lissukun sebagai salah satu bacaan yang kita pahami.

Ada juga Mad Wajib Muttashil, lmerupakan hukum bacaan yang ketika huruf mad bertemu dengan hamzah di satu kata. Cara membacanya dengan panjang lima harakat. Jadi, memang perlu dirinci setiap bacaannya.

6. Mempelajari Saksama dan Detail

Jadi, kita perlu memperhatikan bacaan Al-Qur’an, bisa kita lihat dalam huruf, tanda baca, pengucapan, maupun hukum dari bacaanya. Harus bisa membedakan, mana huruf yang harus dibaca panjang, mana yang dibaca pendek.

Kita, juga perlu berguru kepada orang yang tepat atau guru ngaji yang tepat, karena dengan begitu kita menguasai bacaan dengan tepat. Kamu, bisa belajar secara otodidak, cuma harus dalam pengawasan ataupun koreksi dari ahlinya.

Cara berguru untuk mempelajari Al-Quran ada tiga macam, yaitu: guru membaca murid mendengarkan, murid membaca guru mendengarkan, dan guru membaca murid mendengarkan.

Jadi pilih yang mana?

Terkait  Mengenal Sejarah dan Kisah Nuzulul Qur'an