Macam dan Lafaz Niat Puasa Sunah Dalam Islam
April 16, 2023Siap disini umat muslim khususnya yang sudah rindu dengan gema tarawih, rindu dengan sahur dan berbuka dengan keluarga tercinta? Wah bayangan sudah didepan mata bukan, bulan suci yang dinanti- nanti akan segera tiba.
Puasa dibagi menjadi dua yaitu puasa sunnah dan puasa wajib. Dalam islam puasa sunnah diartikan sebagai ibadah puasa yang dilakukan diluar bulan ramadhan.
Meskipun tidak wajib namun puasa sunnah memiliki beberapa ketentuan yang bisa mendatangkan kebaikan untuk orang lain dan juga diri sendiri.
Sedangkan Puasa wajib adalah puasa yang wajib dilaksanakan pada bulan ramadhan yang jumlah harinya antara 29 hingga 30 hari.
Waktu pelaksanaan puasa Ramadhan dimulai ketika Matahari terbit di waktu fajar hingga matahari terbenam. Prosesnya yaitu menahan diri dari kegiatan makan, minum dan kegiatan lain yang dapat membatalkan puasa
Puasa dapat dibagi menjadi dua, yaitu : puasa sunnah mutlaq atau puasa yang diperintahkan oleh Al Quran dan sunnah, yang tidak terikat oleh waktu tertentu dan puasa sunnah muqayyad atau puasa yang terikat oleh waktu tertentu seperti puasa Syawal, Senin dan Kamis, dan lain sebagainya.
Macam – Macam Puasa Sunnah
Puasa sunnah sendiri yaitu puasa yang tidak wajib ditunaikan, mendapat pahala jika tetap dilakukan dan tidak berdosa apabila ditinggalkan.
Tujuan daripada puasa sendiri yaitu mendapat syafaat, barokah, menjauhi dorongan perut dan kemaluan dengan meniatkan diri lebih dekat dengan Allah SWT.
Ada beberapa macam puasa sunnah yang bisa kamu tunaikan bergantung dengan kebutuhan. Macam- macam puasa sunnah ini juga yang dulu dijalankan oleh nabi kita Muhammad SAW semasa beliau semasa hidupnya.
Banyak keutamaan- keutamaan dari puasa sunnah itu sendiri. Misalkan saja puasa Senin dan Kamis. Adalah, akan dibukakan pintu surga nanti saat di akhirat.
Puasa Senin Kamis
Sederhana saja puasa senin kamis ini cukup populer karena banyak umat muslim mengerjakan di hari senin dan kamis.
Niat puasa sunnah di hari Senin yaitu sebagai berikut:
nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.
Sedangkan niat puasa sunnah di hari Kamis yaitu sebagai berikut:
nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi taala
Artinya: Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.
Puasa Ayyamul Bidh
Macam puasa sunnah berikutnya yaitu puasa Ayyamul Bidh. Puasa sunnah Ayyamul Bidh adalah puasa tiga hari pada setiap bulan Qamariyah yakni tanggal 13, 14, 15 Hijriah. Puasa sunnah ini dikenal sebagai puasa hari putih.

Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).”
Adapun niat puasa sunnah ini adalah Nawaitu shauma ghodiin an ada’i sunnatun ayyamul Bidh lillahi ta’ala.
Artinya: saya niat berpuasa sunnah hari putih karena Allah Ta’ala.
Puasa Syaban
“Adalah Rasulullah saw berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa.
Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan.
Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Syaban.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).
Keutamaan dan manfaat berpuasa sya’ban akan membawa keuntungan bagi umat islam, seperti Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka, kelak akan menjadi penghuni surga dan menjadi teman bagi nabi Yusuf Alaihissalam, akan mendapatkan pahala seperti yang telah dilimpahkan Allah SWT kepada Nabi Ayub dan Nabi Daud.
Adapun niat puasa sunnah sya’ban adalah “Nawaitu Sauma Syahri Syahban Lillahi taala”
Artinya: Saya niat puasa bulan syaban, sunnah karena Allah taala.
Puasa Syawal
Terdapat beberapa keutamaan berpuasa Syawal, di antaranya seperti berpuasa setahun penuh seperti yang disebutkan di hadis berikut:
“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).
Kemudian mendapat ganjaran 10 kali lipat seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:
“Barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas Idul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat.”
Serta juga dapat menyempurnakan ibadah:
“Amal ibadah yang pertama kali di hisab pada Hari Kiamat adalah shalat. Allah Taala berkata kepada malaikat -sedang Dia Maha Mengetahui tentangnya-: Periksalah ibadah shalat hamba-hamba-Ku, apakah sempurna ataukah kurang. Jika sempurna maka pahalanya ditulis utuh sempurna.
Jika kurang, maka Allah memerintahkan malaikat: Periksalah apakah hamba-Ku itu mengerjakan shalat-shalat sunnat? Jika ia mengerjakannya maka tutupilah kekurangan shalat wajibnya dengan shalat sunnat itu. Begitu pulalah dengan amal-amal ibadah lainnya.” (HR Abu Dawud)
Untuk menjalankannya ibadah puasa sunnah syawal, niatnya adalah “Nawaitu shauma ghadin an sittatin min syawalin sunnatan lillahi ta’ala.”
Puasa Sunnah 1-7 Dzulhijjah
Puasa sunnah ini adalah salah satu amalan yang dianjurkan dikerjakan dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Puasa sunnah yang dikerjakan dari tanggal 1 hingga tanggal 7 Dzulhijjah.
Untuk mulai menjalankan amalan puasa sunnah 1-7 Dzulhijjah, disunnahkan untuk membaca niatnya seperti berikut:
“nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillaahi taaala”
Artinya: Aku niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala
Puasa Arafah 9 Dzulhijjah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan sehari sebelum hari Idul Adha, tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah.
Puasa Arafah 9 Dzulhijjah punya keutamaan yang besar daripada puasa sunnah 10 hari pertama Dzulhijjah lainnya. Keistimewaan puasa Arafah ini diungkapkan dalam sebuah hadits berikut ini.
Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
Selain itu, puasa Arafah 9 Dzulhijjah juga punya dalil atau hukumnya yang diriwayatkan dari Abu Dawud yang berbunyi:
“Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasanya berpuasa hari 9 Dzulhijjah, hari Asyura, 3 hari setiap bulan yaitu Senin pertama dan 2 Kamis terawal.”
Berikut ini adalah niat puasa Arafah:
“nawaitu shauma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aala”
Artinya: “Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Taala.”
Puasa Muharram
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam- Bersabda yang artinya:
“Seutama-utama puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Adapun niat puasa Asyura adalah “Nawaitu sauma ghodin min yaumi asyura sunnatan lillahi taala.”
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Asyura, karena Allah ta’ala.
Puasa Muharram adalah macam puasa sunnah yang dilakukan di bulan Muharram, atau tahun barunya umat Islam. Puasa Muharram biasanya dilakukan di tanggal 10 yang dikenal dengan puasa sunnah Asyura.
Puasa Daud
Puasa nabi daud dilaksanakan tidak secara berturut- turut atau dengan istilah selang- seling. Sehari puasa untuk hari berikutnya tidak berpuasa. Dan begitu seterusnya.
Dalam hadits lain, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga bersabda:
“Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari Muslim)
Adapun niat dalam menjalankan puasa sunnah nabi Daud adalah “Nawaitu shauma daawuda sunnatal lillahi ta’ala”
Artinya: “Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah ta’ala.”
Puasa Tarwiyah
Istilah tarwiyah sendiri berasal dari kata tarawwa yang berarti membawa bekal air. Hal tersebut karena pada hari itu, para jamaah haji membawa banyak bekal air zam-zam untuk persiapan arafah dan menuju Mina.
Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni tanggal 8 Dzulhijjah.
Niat puasa Tarwiyah yakni sebagai berikut:
Nawaitu sauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala.”
Setelah membaca niat puasa tersebut, bisa menjalankan sahur di dini hari selanjutnya dan menjalankan puasa Tarwiyah.
Puasa Tasu’a
Puasa Tasu’a adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 muharram. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang akan dilakukan pada keesokan harinya yaitu tanggal 10 muharram.
Dihari yang sama orang- orang yahudi juga melakukan puasa Tasu’a. Puasa ini dilakukan agar tidak menyerupai orang- orang yahudi.
Ibnu Abbas RA berkata:
“Ketika Rasulullah SAW melakukan puasa ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk mengerjakan puasa ‘Asyura, para sahabat berkata: ‘Wahai Rasulullah, hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Jika tahun datang tiba, Insya Allah, kita juga akan melakukan puasa pada tanggal 9 Muharram.” Belum tiba setahun, ternyata Rasulullah SAW keburu wafat. (HR. Muslim).
Niat puasa Tasu’a yakni sebagai berikut:
“nawaitu sauma ghodin min yaumi tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “ Aku berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”
Nah itulah beberapa jenis puasa sunah dalam islam dan lafaz niatnya
Cahya Cantika adalah alumnus UIN yang aktif sebagai penulis lepas sejak 2021. Ia sering menulis artikel seputar hukum Islam, ibadah, dan kehidupan muslim sehari-hari dengan pendekatan yang mudah dipahami serta mengacu pada sumber-sumber keislaman yang kredibel.








