Metode Membaca Al-Qur’an, Dimulai dari Mana Saja?

Metode Membaca Al-Qur’an, Dimulai dari Mana Saja?

Januari 12, 2023 0 By Yuliarti Selli

Dalam membaca Al-Qur’an, terdapat metode yang perlu dilakukan, agar bacaan menjadi syahdu dan nikmat. Membaca Al-Qur’an akan lebih baik dengan tata aturan baca yang baik, agar makna dalam Al-Qur’an tersebut bisa sampai ke hati dan mempengaruhi perbuatan, perilaku.

Metode membaca Al-Qur’an terdiri dari macam-macam, tetapi pastikan sesuai kebutuhan. Metode membaca Al-Qur’an, lebih baik diajarkan sejak dini kepada anak-anak, agar paham kedepannya bagaimana memaknai maupun memakai huruf ejaan baca Qur’an yang benar.

1. Metode Iqro

Metode Iqro, merupakan salah satu metode yang sering kita dengarkan dan populer di masyarakat. Metode ini paling mudah dan dianggap mudah dalam mempelajarinya. Terdapat beberapa tingkatan belajar yang perlu dilalui, demi mendapatkan bacaan yang fasih.

Terdapat buku panduan dalam mempelajarinya, sejumlah 6 jilid, yang mana dilengkapi dengan buku tajwid praktis dan dalam waktu relatif singkat. Metode ini dalam praktek pelaksanaannya tidak membutuhkan alat yang bermacam-macam, cukup ditekan pada bacaan.

2. Metode Ummi

Metode Ummi, merupakan metode baca Al-Qur’an yang langsung memasukkan dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid yang ada. Metode Ummi, memiliki perbedaan jilid dalam ajaran untuk anak-anak maupun orang dewasa. Sehingga dalam pengaplikasiannya juga berbeda.

Untuk anak-anak, metode yang diajarkan, berupa 6 jilid sedangkan untuk orang dewasa diajarkan dengan menggunakan 3 jilid dan langsung diteruskan dengan Al-Qur’an. Metode yang dipakai, menggunakan Metode Klasikal.

3. Metode Qiroati

Metode ini, dianggap metode baik dalam membaca Al-Qur’an. Berupa Tallaqi dan Musyafahah, yaitu berhadapan langsung antara guru dan murid, seperti yang dilakukan oleh Malaikat Jibril dengan Rasulullah SAW ketika pertama kali wahyu diturunkan.

Metode ini, menjadi cara cepat dalam membaca Al-Qur’an karena langsung membaca secara tartil dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Metode ini lebih menekankan pada praktik baca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid yang ada.

4. Metode Tartil

Metode Tartil, memiliki pedoman dalam membacanya, dengan cara pelan dan perlahan kemudian mengucapkan huruf-huruf dari makhrajnya dan dilakukan secara tepat. Metode Tartil, jika dilakukan dengan benar, maka akan bisa terdengar secara jelas.

Metode ini, membuat yang belajar memiliki harmonisasi nada-nada saat dewasa. Metode ini, bisa memperindah suara bacaan Al-Qur’an dan tentu saja tidak merusak makna kandungan yang ada. Kelebihan metode ini, pelajar bisa belajar secara praktis, efektif, efisien dan cepat paham.

5. Metode Yanbu’a

Metode Yanbu’a, suatu kitab Thoriqoah dalam mempelajari baca serta tulis sehingga bisa menghafal Al-Qur’an dengan cepat, mudah, dan benar. Dirancang dengan Rosm Usmaniy dan menggunakan tanda-tanda waqof dalam Al-Qur’an, dipakai di negara-negara Arab dan negara Islam.

Metode ini, muncul atas usulan dan dorongan alumni pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an, agar para alumninya selalu ada hubungan dengan pondok. Buku panduan baca, sudah mulai terbit sejak awal 2004, dan terdiri dari 6 jilid.

6. Metode An-Nahdliyah

Metode An-Nahdliyah, merupakan metode pembelajaran yang lebih ditekankan pada kesesuaian dan keteraturan bacaan dengan menggunakan ketukan atau titian murotal. Ciri khas dari metode ini, adalah materi pelajaran disusun secara berjenjang dalam paket 6 jilid.

Pengenalan akan huruf hijaiyah, sekaligus diawali dengan latihan dan pemantapan makharijul huruf dan sifatul huruf. Penerapan kaidah tajwid, dilakukan secara praktis dan dipandu dengan titian murattal. Pastikan metode ini, siap dipelajari dengan maksimal.

Masih ada metode lain, seperti metode Al-Barqy dan metode lain sebagai pendukung. Semoga, dengan penjelasan ini, kamu tahu metode dalam membaca Al-Qur’an dan cocok dengan dirimu. Semangat!