Tradisi Puasa Non Muslim di Berbagai Agama. Apa Saja?

Tradisi Puasa Non Muslim di Berbagai Agama. Apa Saja?

April 3, 2023 0 By Yuliarti Selli

Ibadah puasa adalah hal yang wajib dijalankan setiap umat muslim. Tak sedikit manfaat yang diperoleh ketika ibadah ini dijalankan dengan penuh keikhlasan. Namun, sebenarnya bahkan tak hanya umat muslim saja yang wajib berpuasa, melainkan agama lain pun mempunyai tradisi puasa tersendiri.

Ada berbagai tradisi puasa non muslim yang mungkin belum banyak kamu ketahui. Beberapa agama yang melakukan kewajiban berpuasa ini semua tentu saja mempunyai tata caranya masing-masing. Berikut ada informasinya yang harus dipahami. Mari simak!

1. Buddha

Puasa dalam agama Buddha disebut dengan Uposatha. Biasanya untuk melakukan ibadah ini para penganut agama tersebut mengikuti tanggal perhitungan dari kalendar Buddha. Jika dalam agama Islam orang yang berpuasa dilarang untuk makan dan minum, maka di agama Buddha justru masih diperbolehkan untuk minum tapi tidak boleh makan dari siang hingga dini hari.

Selain itu ada pula aturan lainnya seperti tidak boleh menonton hiburan, memakai parfum atau kosmetik hingga perhiasan, tidak boleh membunuh atau mencuri dan juga dilarang melakukan kegiatan seksual. Kemudian ada pula yang disebut dengan puasa vegetaris. Di mana para penganut agama ini tidak boleh makan produk hewani dan juga bawang-bawangan.

2. Konghucu

Dalam agama Konghucu, puasa terbagi menjadi dua jenis yaitu jasmani dan rohani. Tujuan puasa rohani adalah untuk menjaga diri dari hal-hal asusila sedangkan puasa jasmani biasanya dilakukan setiap bulan Imlek. Pastinya ada pula pantangan yang tidak boleh dilakukan saat menjalankan ibadah puasa ini.

Cara melakukan puasanya adalah dengan berpantang daging secara bertahap hingga nantinya berpantang secara permanen. Lalu pada tanggal 8 bulan pertama Imlek, puasa penuh dijalankan mulai pukul 05.30 sampai 22.00. Nantinya yang akan menjalankan puasa ini mengawali prosesnya dengan mandi keramas dan diakhiri setelah sembahyang.

Terkait  Niat Qadha Puasa Ramadhan

3. Katolik

Agama Katolik juga punya tradisi puasanya sendiri. Biasanya puasa pra-paskah dilakukan setidaknya selama 40 hari yang dimulai dari Rabu Abu sampai Jumat Agung. Ada berpuasa dan berpantang dalam agama ini, di mana berpuasa sangat wajib bagi mereka yang berusia 18 tahun. Sementara berpantang adalah hal wajib bagi mereka yang berusia 14 tahun.

Ketika berpuasa, para penganut agama Katolik ini diperbolehkan untuk makan kenyang satu kali dalam sehari. Sedangkan ketika berpantang, aturannya adalah menghindari hal-hal yang kita sukai contohnya saja dari makan daging, merokok dan lain-lainnya.

4. Yahudi

Selain agama-agama di atas, Yahudi juga termasuk salah satu agama yang mempunyai tradisi ibadah puasa di hari tertentu, misalnya hari penting yang dinamakan Yom Kippur. Yom Kippur merupakan suatu hari di mana umat Yahudi meminta pengampunan, dan mereka melakukannya dengan cara berpuasa selama kurang lebih 25 jam penuh.

Mereka mulai berpuasa dari matahari terbenam di malam sebelumnya sampai matahari terbenam di malam keesokannya. Tak hanya menahan diri dari makan dan minum saja, tapi aturan puasa Yom Kippur di agama Yahudi juga dilarang melakukan hubungan intim, mandi, memakai sepatu dan salep hingga tidak boleh bekerja.

5. Hindu

Upawasa adalah sebutan untuk puasa dalam agama Hindu, di mana Upawasa ini ada yang wajib dan ada juga yang tidak. Salah satu Upawasa yang wajib ialah Upawasa Siwaratri dengan memiliki aturan bagi mereka yang melakukannya dilarang untuk makan dan minum dari mulai matahari terbit hingga terbenam.

Kemudian yang paling terkenal ada juga puasa Nyepi, di mana ketika melakukannya maka dilarang untuk makan serta minum dari sejak fajar hari sebelumnya hingga fajar esok harinya. Ada berbagai macam puasa non muslim yang dijalankan setiap penganut agama bersangkutan.

Terkait  6 Fakta Sains yang ada di Al-Quran, Simak Penjelasan Berikut!

Namun, apapun itu tentu saja puasa dilakukan demi mencapai manfaat baik secara jasmani maupun rohani.