Alasan Orang Jawa tidak Menikah di Bulan Sura
Agustus 31, 2023Orang jawa, adalah orang yang merupakan ras dari Indonesia secara asli. Dan kebanyakan ras jawa, menduduki jabatan tertinggi dari semua ras Indonesia, karena dilihat dari sejarahnya dulu, wilayah Jawa sudah maju, walaupun melalui penjajahan terlebih dahulu.
Adapun pantangan yang perlu diperhatikan oleh orang Jawa, salah satunya pantangan menikah di bulan Suro atau larangan. Larangan ini, ada maksud tertentu yang diwacanakan secara turun menurun untuk anak cucunya.
Untuk berikutnya, silahkan lihat ulasan berikut.
Primbon Jawa untuk setiap Bulan Jawa
Maksudnya adalah Primbon Jawa, mengakui bahwa setiap bulan dalam kalender Jawa, memiliki makna tertentu. Bulan suro, dianggap sebagai bulan sakral yang tidak baik untuk pernikahan. Hal ini, tertera pada buku Primbon halaman 45.
Hajatan pernikahan untuk bulan ini, tidak baik. Selain pernikahan, hajatan lain juga tidak diperbolehkan dalam bulan ini. Bulan suro, dianggap bulan yang tidak baik untuk menggelar hajatan atau acara besar.
Jika tetap dilaksanakan, maka dikhawatirkan akan mengalami kesukaran, atau kesulitan hidup. Dan jika ada pasangan yang menikah di bulan Suro, maka akan banyak terjadi pertengkaran dalam hidupnya.
Menurut Kitab Primbon
Diambil dari Kitab Primbon Jawa Serbaguna, bulan Jumadil Akhir, Rajab, Ruwah, dan Besar adalah bulan yang baik untuk menggelar pernikahan. Dan apabila dalam bulan di atas ada hari Selasa Kliwon dalam bulan Jawa, maka akan sangat baik untuk melaksanakan pernikahan.
Jika pada bulan Jumadil Akhir, Rajab, Ruwah, dan Besar terdapat hari Jumat Kliwon, maka akan sangat baik untuk menggelar hajatan. Jika pada bulan Jumadil Akhir, Rajab, Ruwah, dan Besar tidak terdapat hari Selasa Kliwon, maka bulan tersebut menjadi bulan yang buruk untuk hajatan.
Jika memang harus terpaksa menggelar hajatan di bulan itu, maka hajat bisa dilakukan pada bulan pengganti seperti bulan Sapar, Rabiul Awal, Jumadil Awal, dan bulan Syawal. Bisa dengan syarat di bulan-bulan pengganti tersebut, terdapat hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon.
Pandangan Masyarakat Jawa
Bulan suro atau muharram, menurut orang Jawa adalah sesuatu yang diharamkan untuk sebuah acara atau hajatan. Hal ini, juga berkaitan dengan gelaran pernikahan di bulan suro, dan tercatat dalam beberapa primbon Jawa.
Bulan suro, bagi masyarakat Jawa dianggap sebagai bulan keramat.

Dipercaya, bulan suro sebagai bulan yang penuh keprihatinan. Jadi, masyarakat Jawa cenderung menghindari berpesta dan diyakini akan berakibat buruk jika dilanggar.
Larangan tersebut, dianggap sebagai penghormatan atas meninggalnya dua cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW meskipun dasar pertimbangan kalender Jawa berbeda dengan Hijriah. Prof. Dr Bani Sudardi menambahkan pada umumnya orang Jawa salah.
Penjelasan Bulan Sura Dari Prof. Dr. Bani Sudardi
Beliau mengatakan bahwa orang Jawa kadang salah dalam berpikir, yang mana larangan menikah itu dianggap sepanjang bulan sura. Karena menurut beliau, perhitungan primbon selaki, memiliki dasar diperbolehka menikah di hari-hari tertentu.
Jadi, aslinya orang Jawa salah kaprah yang menganggap bahwa bulan suro sebagai bulan yang celaka. Mereka tidak menggunakan patungan, tetapi ilmu orang Jawa yang disebut dengan ilmu gudel bingung atau ilmu anak kerbau yang bingung.
Untuk pernikahan, kita ketahui orang Jawa masih banyak yang memkai perhitungan Jawa untuk melangsungkan pernikahannya. Dari situ, akan terlihat jelas hari baik dan hari tidak baik untuk melancarkan pernikahan tersebut.
Jadi, sudah pahamkah alasan orang Jawa tidak boleh menikah di bulan suro?








